Home » » Cara Mendapatkan Lailatul Qodar

Cara Mendapatkan Lailatul Qodar

KIAT MENGGAPAI LAILATUL QADAR
Oleh
Abdul Jabar Majid

بسم الله الرحمن الرحيم
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ(1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ(2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ(3) تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ(4) سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ(5)  صدق الله عظيم
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: 
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُبَشِّرُ أَصْحَابَهُ قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ  (مسند أحمد: 8631 و 9133 و6851)

Pendahuluan

Pada setiap akhir bulan Sya'ban Rasul SAW selalu mengumpulkan para shahabat untuk menyampaikan berita kedatangan bulan Ramadhan. Sembilan kali Rasul melakukan penyambutan bulan Ramadhan itu, karena puasa diwajibkan pada tahun kedua hijriyah. Salah satu pidato Rasul adalah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah diatas. Dengan nada memberikan kabar gembira Rasul bersabda: "Sesungguhnya telah mendatangimu bulan yang luar biasa dan penuh keberkahan. Keluarbiasaan bulan ini terlihat dari (a) Allah mewajibkan kamu untuk puasa, (b) semua pintu surga dibuka, (c) semua pintu neraka ditutup, (d) semua syeitan dibelenggu, dan (e) terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang tidak memanfaatkannya maka ia tidak akan mendapatkan (keluarbiasaan dan keberkahannya)" (HR: Imam Ahmad) 

Kelebihan Lailatul Qadar

Satu malam yang lebih baik dari seribu malam itu, adalah malam yang dikenal dengan Lailatul Qadar. Malam ini mempunyai sebuah kelebihan yang luar biasa dari malam-malam yang lain. Untuk menyakinkan dan menjelaskan keluarbiasaan malam itu,  Allah menurun satu surat khusus yang dinamakan dengan surat al-Qadar.  Diantaranya:

1. Allah menurun al-Quran. Menurut Ibnu Abbas, Allah menurun Al-Quran secara menyeluruh dari Lauhul al-Mahfuzh ke langit dunia ini. Barulah secara berangsur-angsur diturunkan kepada Nabi selama 23 tahun. Ini dijelaskan pada ayat pertama. "Sesungguhnya Kami menurunkan al-Quran pada malam Lailatul Qadar"

2. Lailatul Qadar, lebih baik dari seribu bulan atau 83 tahun 4 bulan. Untuk mempertegas keluarbiasaan malam ini, pada ayat dua surat al-Qadar itu menyampaikan sebuah pertanyaan penegasan agar kita mengingat benar keluarbaisaaan malam itu. "Apakah kamu mengetahui keluarbaisaan Lailatul Qadar itu ?"  Pada ayat berikutnya Allah menjelaskan dengan tegas "Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan".  

Pemberian keistimewaan ini kepada ummat Islam disebabkan ole kecemburuan shahabat terhadap 4 orang hamba Allah yang selama 80 tahun tidak pernah malanggar perintah Allah. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ali bin Urwah, ia mengatakan: "Pada suatu hari Rasul menyampaikan bahwa ada 4 orang dari Bani Israil, yakni Ayyub, Zakaria, Hazqil bin al-'Ahjuz dan Yusyi' bin Nun, yang selama 80 tahun terus beribadah dan tidak pernah melanggar perintah Allah. Para shahabat tercengang dengan berita itu.  

Oleh sebab itu Jibril datang kepada Rasul dan berkata: Wahai Muhammad, ummatmu tercengang dengan amal keempat hamba tersebut.  Sesungguhnya Allah memberikan lebih baik dari pada itu untuk ummatmu. Kemudian dia bacakan surat al-Qadar ini.  Oleh sebab itu Rasul dan ummat yang bersamanya bergembira menerima ayat ini." 

3. Malaikat termasuk Jibril turun pada malam itu. Malaikat turun bersamaan dengan turun keberkahan dan rahmat Allah SWT. Mereka turun ketika Al-Quran dibacakan pada malam itu, dan mereka mengelilingi halaqah-halaqah Zikir dan halaqah-halaqah yang mempelajari ilmu. Kata al-ruh dalam ayat ini bermakna Jibril yang juga turun bersama dengan malaikat lainnya. Malaikat ini turun untuk menjaga hamba-hamba Allah yang beramal pada malam itu,  sehingga terjaga dari gangguan syeitan yang menggoda mereka sampai terbit fajar. Ibnu Abbas kalau membaca ayat 4  dan ke 5 ini berhenti pada: بِإِذْنِ رَبِّهِمْ, kemudian baru diteruskannya dengan مِنْ كُلِّ أَمْرٍ(4) سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ(5). Dengan demikian ayat empat dan kelima itu bermakna: "Pada malam itu Malaikat dan Ruh (Jibril) turun dengan izin Rab mereka (5) Mereka (menjaga) keselamatan (hamba Allah yang beribadah di masjid-masjid dari gangguan Syeitan) sampai terbit fajar.

4. Pengampunan dosa. Setiap muslim yang melakukan qiyamyullail, berjaga untuk beribadah, pada malam itu akan mendapat pengampunan dosa-dosanya yang terdahulu. Penegasan ini disampaikan Rasul dalam sebuah sabdanya yang dirayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Hurairah.


عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال "من قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه". (رواه البخارى ومسلم)
"Dari Abu Hurairah RA, Rasul Saw bersabda: Barangsiapa yang mengisi Lailatul Qadar (dengan ibadah) karena mengimani (janji Allah bagi mereka yang beribadah tersebut) dan mengharap balasan dari Allah SWT, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang terdahulu" (Riwaya Bukhari Muslim)

Kiat Menggapai Lailatul Qadar

Untuk menggapai Lailatul Qadar itu, tentu kita harus tahu kapan terjadinya dan apa kiat yang harus dilakukan untuk mendapatkannya.

Tentang waktu,  tidak ada satu waktu yang pasti kapan Lailatul Qadar itu. Berbagai hadits menyebutkan waktu yang bervariasi, walaupun kebanyakannya menyebutkan pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Terutama pada malam-malam ganjil, yakni malam 21, 23, 25, 27 dan 29 Ramadhan. Walaupun kebanyakan ulama mengatakan malam ke 27 Ramadhan. Sehingga malam ini sering disebut sebagai malam Lailatul Qadar. Tapi, yang pasti adalah pada bulan Ramadhan, sesuai firman Allah dalam sura al-Qadar ayat 1.

Tentang kiat yang harus dilakukan untuk mendapatkan Lailatul Qadar, tentu kita harus melihat apa yang dilakukan oleh Rasul dan Shahabat untuk itu. Diantaranya:

1. Meningkatan amal pada bula Ramadhan, terumata pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, sebagai waktu yang diperkirakan oleh Rasul SAW. Rasul sebagaimana disampaikan oleh Aisyah; "bila masuk 10 terakhir bulan Ramadhan ia berjaga pada malam harinya, dan membangunkan keluarganya dan bersungguh-sungguh dalam beramal, sehingga ia i'tizal, menjauh dari isteri-isterinya".(HR: Muslim)

2. Melaksanakan i'tikaf. Pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, seperti yang dilaksanakan Rasul. Rasul bermukim di Masjid, untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan lebih meningkatkan keta'atan kepada Allah Swt, dengan melaksanakan shalat dan membaca al-Quran, dan dalam rangka menjauhkan diri dari rayuan syahwat duniawi. Allah Swt. berfirman: 
ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ وَلا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ (البقرة: 187
Sempurnakanlah puasamu sampai malam, dan janganlah kamu menggauli isteri-isterimu ketika kamu dalam keadaan i'tikaf di masjid.

3. Kiat lain yang harus dilakukan adalah berdo'a kepada Allah agar Ia memberikan pengampunan terhadap dosa-dosa kita. Karena yang sesungguhnya yang kita harapkan dengan Lailatu Qadar itu adalah pengampunan Allah Swt terhadap dosa-soda kita. Oleh sebab itulah Aisyah bertanya kepada Rasul, apakah do'a yang saya harus baca jika saya menemukan Lailaatul Qadar. Rasul mengatakan perbanyaklah membaca do'a ini: 
اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني
Ya Allah, sesunggunya Engkap pengampun dan mencintai pengampunan, maka ampunilah saya ya Allah. (HR: Imam  Ahmad)

0 comments:

Post a Comment