Sunday, May 13, 2018

Lirik WE ARE THE CAMPION-Lagu AREMA Terbaru (Download Mp3)

Aremania Aremanita patut berbanga dengan adanya lagu baru yang berjudul We Are The Champion ini. Jika ingin memiliki lagu ini silahkan download lagunya.

Karena keberadaan lagu Arema We are the campion yang tergolong masih sangat baru, jadi masih banyak para Ongis Nade yang belum mengusai lagunya. Tidak seperti lagu Arema yang sudah populer seperti  Lagu Arema-Kami Selalu Ada


So, silahkan putar video di bawah ini supaya kawan-kawan bisa menyanyikan lagu ini dengan baik

Video We Are The Champion AREMA Terbaru


Lirik Lagu AREMA We Are The Champion

Admin Infojempol sudah menyiapkan lirik lagu ini dalam format teks, silahkan sobat baca lirik lagunya di bawah ini:

WE ARE THE CHAMPION
We are the champion
Kata paklik Freddie Mercury
We are the champion
Bukan sulap enggak pakai dukun
We are the champion
Singo Edan pantas jadi juara

Kami ini sang juara sejati
Menang atau kalah itu wajar saja
Kalau kami menang jangan gigit jari
Apalagi mau bunuh diri

Lihatlah kami berdiri di sini
Di puncak gemerlap para selebriti
Memang ini milik kami yang hilang dari kami
Dan kini sudah kembali lagi

Memang ini milik kami yang hilang dari kami
Dan kini sudah kembali lagi

Kami ini sang juara sejati
Menang katau kalah itu biasa saja
Kalau kami menang jangan gigit jari
Apalagi teriak Maliiing, Maliiing, Maliiing

We are the champion
Kata Paklik Freddie Mercury
We are the champion
Bukan sulap enggak pakai dukun
We are the champion
Ini dari kerja keras kami Arema

Baca juga Lirik Lagu Arema - Salam Satu Jiwa - Download mp3

Ingin punya MP3 lagu ini??, oke sob, silahkan

Download Arema We Are The Champion mp3
Downloadnya mudah, sobat hanya tinggal ikuti link download yang Infojempol berikan di bawah, dan kemudian akan dibawa masuk ke halaman Mediafire. Disana nanti ada tulisan judul lagu ini, dan di bawahinya terdapat tombaol download.

Jika sudah menemukan, pasti sudah tahu apa yang harus dilakukan kak?, :)
ini linknya We Are The Champion Mp3

Aremania/nita yang lagi baper, silahkan baca ini 3 Lagu Paling Romantis

Gambar Lirik We Are The Champion-AREMA.

Ayok, khususnya para Aremania/nita, kita populerkan chant arema terbaru ini kepada nawak-nawak singo edan yang lain, supaya mereka juga hafal dan kompak saat meneriakkan yel-yel Arema.

Simpan dan bagikan gambar lirik lagunya di bawah ini ya ker?


Semoga Arema Jaya Selamanya, selalu di hati para penggemarnya. Oke, sekian semoga bermanfaat, jika sobat berkenan, silahkan share artikel ini

Friday, May 11, 2018

PO GP ANSOR tentang BANSER / AD ART Banser Terbaru

Penting untuk diketahui, Banser tidak memiliki AD ART (Anggaan Dasar dan Anggaran Rumah Tangga). Segala sesuatu yang mengatur jalannya organisasi Banser disebut dengan istilah PO/ Peraturan Organisasi.

PO Banser pun juga sebenarnya tidak ada. Karena Banser bukan organisasi yang berdiri sendiri. Keberadaannya dibawah GP Ansor.

Jadi, Peraturan Organisasi (PO) Banser itu dikeluarkan oleh GP Ansor.

Penyebutan yang paling tepat adalah seperti ini:

PO GP ANSOR Tentang Banser (Barisan Ansor Serbaguna)


Dan hingga saat ini, GP Ansor telah mengeluarkan 20 PO, jika sobat ingin tahu ke 20 Peraturan Organisasi tersebut, silahkan baca disini 20 Peraturan Organisasi Gerakan Pemuda Ansor (PO GP ANSOR) Terbaru

Semoga sedikit penjelasan di atas dapat dipahami. Karena mengingat banyaknya pencarian di internet dengan kata kunci AD ART Banser, PO Banser dan lain sebaginya. Jadi apa yang Infojempol tulis pada judul, penjelasaanya seperti di atas.

Dan kesempatan kali ini, Admin akan membagikan PO GP Ansor tentang Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

PO ini merupakan versi terbaru yang dikeluarkan oleh Pengurus Besar GP Ansor, dan termuat dalam PD PRT GP Ansor tahun 2016.

Silahkan disimak isinya di bawah ini

PERATURAN ORGANISASI GERAKAN PEMUDA ANSOR
Tentang
BARISAN ANSOR SERBAGUNA (BANSER)

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Dalam Peraturan Organisasi ini yang dimaksud dengan:
  1. Gerakan Pemuda Ansor selanjutnya disebut GP Ansor adalah organisasi otonom Nahdlatul Ulama yang didirikan pada 10 Muharram 1353 Hijriyah atau bertepatan dengan 24 April 1934 Masehi di Banyuwangi, JawaTimur sesuai ketentuan Peraturan Dasar dan Rumah Tangga.
  2. Barisan Ansor Serbaguna, selanjutnya disebut BANSER, adalah Kader inti GP Ansor sebagai kader penggerak, pengemban dan pengaman program-program GP Ansor. Kader dimaksud adalah anggota GP Ansor yang memiliki kualifikasi: kedisiplinan dan dedikasi tinggi, ketahanan fisik dan mental yang tangguh, penuh daya juang dan religius serta mampu berperan sebagai benteng ulama yang dapat mewujudkan cita-cita GP Ansor di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk kemaslahatan umum sesuai ketentuan Peraturan Rumah Tangga
  3. Satuan Koordinasi Nasional, selanjutnya disebut SATKORNAS, adalah kepersonaliaan BANSER tingkat pusat sesuai ketentuan Peraturan Rumah Tangga.
  4. Satuan Koordinasi Wilayah, selanjutnya disebut SATKORWIL, adalah kepersonaliaan BANSER tingkat Provinsi atau daerah istimewa sesuai ketentuan Peraturan Rumah Tangga.
  5. Satuan Koordinasi Cabang, selanjutnya disebut SATKORCAB, adalah kepersonaliaan BANSER tingkat Kabupaten/Kota atau gabungan Kabupaten/Kota atau daerah khusus yang memenuhi pertimbangan historis, geografis dan/atau pengembangan organisasi sesuai ketentuan Peraturan Rumah Tangga.
  6. Satuan Koordinasi Rayon, selanjutnya disebut SATKORYON, adalah kepersonaliaan BANSER tingkat Kecamatan atau bagian dari kecamatan sesuai ketentuan Peraturan Rumah Tangga.
  7. Satuan Koordinasi Kelompok, selanjutnya disebut SATKORKEL, adalah kepersonaliaan BANSER tingkat Keluarahan/Desa sesuai ketentuan Peraturan Rumah Tangga.
  8. Corp Provost BANSER adalah satuan yang berfungsi menegakkan marwah, etika dan disiplin organisasi di internal BANSER.
  9. Detasemen Khusus 99 Asmaul Husna, selanjutnya disebut DENSUS 99, adalah kesatuan BANSER yang memiliki kualifikasi dan seleksi khusus di bawah komando SATKORNAS.
  10. Satuan Khusus, selanjutnya disebut SATSUS, adalah unit khusus yang dibentuk di tingkat SATKORNAS, SATKORWIL dan SATKORCAB yang telah mengikuti DIKLATSUS dan memiliki keahlian khusus untuk melaksanakan tugas-tugas organisasi.

BAB II
FUNGSI, TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

Pasal 2
Fungsi BANSER adalah :
  1. Fungsi Kaderisasi, merupakan kader yang terlatih, tanggap terampil dan berdaya guna untuk pengembangan kaderisasi di lingkungan GP Ansor.
  2. Fungsi Dinamisator, merupakan bagian organisasi yang berfungsi sebagai pelopor penggerak program-program GP Ansor.
  3. Fungsi Stabilisator, sebagai perangkat organisasi GP Ansor yang berfungsi sebagai pengaman program-program kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan Nahdlatul Ulama.
  4. Fungsi Katalisator, sebagai perangkat organisasi GP Ansor yang berfungsi sebagai perekat hubungan silaturahim dan menumbuhkan rasa solidaritas sesama anggota BANSER, anggota GP Ansor dan Nahdlatul Ulama serta masyarakat.


Pasal 3
Tugas BANSER adalah:
  1. Merencanakan, mempersiapkan dan mengamalkan cita-cita perjuangan GPAnsor serta menyelamatkan dan mengembankan hasil-hasil perjuangan yang telah dicapai.
  2. Melaksanakan program kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan serta program pembangunan yang berbentuk rintisan dan partisipasi.
  3. Menciptakan terselenggaranya keamanan dan ketertiban di lingkungan GP Ansor dan lingkungan sekitarnya melalui kerjasama dengan pihak-pihak terkait.
  4. Menumbuhkan terwujudnya semangat pengabdian, kebersamaan, solidaritas dan silahturahim sesama anggota BANSER dan anggota GP Ansor.

Pasal 4
Tanggung jawab BANSER adalah :
  1. Menjaga, memelihara, menjamin kelangsungan hidup serta kejayaan GP Ansor dan jam’iyyah Nahdlatul Ulama.
  2. Berpartisipasi aktif melakukan pengamanan dan ketertiban terhadap kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh BANSER, GP Ansor, jam’iyyah Nahdlatul Ulama serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya yang tidak bertentangan dengan perjuangan Nahdlatul Ulama.
  3. Bersama dengan kekuatan bangsa yang lain untuk tetap menjaga dan menjamin keutuhan bangsa dari segala ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan dalam ikut menciptakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

BAB III
NAWA PRASETYA BANSER

Pasal 5
Nawa Prasetya BANSER adalah janji atau ikrar kesetiaan anggota
BANSER yang berbunyi:
  1. Kami Barisan Ansor Serbaguna, bertaqwa kepada Allah SWT.
  2. Kami Barisan Ansor Serbaguna, setia kepada Pancasila dan UUD 1945.
  3. Kami Barisan Ansor Serbaguna, memegang teguh cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia.
  4. Kami Barisan Ansor Serbaguna, taat dan ta’dhim kepada khittah Nahdlatul Ulama 1926.
  5. Kami Barisan Ansor Serbaguna, setia dan berani membela kebenaran dalam wadah perjuangan Ansor, demi terwujudnya cita-cita bangsa Indonesia.
  6. Kami Barisan Ansor Serbaguna, peduli terhadap nasib umat manusia tanpa memandang suku, bangsa, agama dan golongan.
  7. Kami Barisan Ansor Serbaguna, menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, kebenaran keadilan dan demokrasi.
  8. Kami Barisan Ansor Serbaguna, siap mengorbankan seluruh jiwa, raga dan harta demi mencapai Ridho Ilahi.
  9. Kami Barisan Ansor Serbaguna, senantiasa siap siaga membela kehormatan dan martabat bangsa dan Negara Republik Indone-sia.

BAB IV
PERILAKU BANSER

Pasal 6
Perilaku BANSER meliputi:
  1. Bertaqwa kepada Allah SWT dan mengamalkan ajaran Islam Ahlusunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah.
  2. Mengamalkan NAWA PRASETYA BANSER.
  3. Berperilaku jujur, disiplin dan bertanggung jawab.
  4. Siap melaksanakan tugas dengan ikhlas penuh pengabdian.
  5. Bersikap hormat kepada sesama dan taat kepada Pimpinan.

BAB V
DISIPLIN BANSER

Pasal 7
Untuk mendisiplinkan anggota BANSER diatur dengan Peraturan Disiplin BANSER.

Pasal 8
Peraturan Disiplin BANSER adalah peraturan tentang kewajiban dan larangan bagi anggota BANSER yang apabila kewajiban dan larangan dilanggar akan dikenakan sanksi.

Pasal 9
Maksud Peraturan Disiplin BANSER ini adalah :
  • Menanamkan dan menegakkan disiplin anggota BANSER.
  • Memberikan landasan dan pedoman kepada anggota BANSER di dalam sikap dan perilaku hidup sehari-hari.
  • Menjadi sarana penegakan disiplin dan pelaksanaan sanksi terhadap pelanggaran disiplin.
  • Peraturan Disiplin BANSER ini bertujuan untuk dapat menjamin terpeliharanya tata tertib dan kelancaran pelaksanaan tugas BANSER.

Guna mencapai maksud dan tujuan tersebut, maka:
  • Anggota BANSER wajib memahami, menghayati dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya semua ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Disiplin BANSER.
  • Terhadap pelanggaran kewajiban dan larangan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Pasal 10
Ketentuan lebih lanjut mengenai Disiplin BANSER sebagaimana disebutkan dalam Pasal 9 selanjutnya diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan yang diterbitkan oleh SATKORNAS BANSER.

BAB VI
KEANGGOTAAN

Pasal 11
Anggota Banser terdiri dari:
a. Anggota Biasa;
b. Anggota Luar Biasa;
c. Anggota Kehormatan;

Ketentuan dan Syarat Anggota:

  • a. Anggota BANSER adalah anggota GP Ansor dengan syarat-syarat sebagai berikut:
  •   Sehat fisik dan mental;
  • b. Memiliki tinggi badan sekurang-kurangnya 160 cm, kecuali memiliki kecakapan khusus;
  • c. Telah lulus DIKLATSAR BANSER;
  • d. Memiliki dedikasi dan loyalitas kepada GP Ansor.
  • e. Anggota Luar Biasa yaitu anggota Banser aktif yang telah berusia lebih dari 40 tahun.
  • f.Anggota kehormatan BANSER diberikan kepada seseorang dan atau tokoh masyarakat yang berjasa dalam pengembangan BANSER yang ditetapkan oleh SATKORNAS BANSER dengan mendapatkan persetujuan dari Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor.


Pasal 12
Tanda Anggota dan pengesahannya :
  • Tanda anggota BANSER adalah Kartu Tanda Anggota Ansor dengan kekhususan Banser.
  • Format, bentuk dan isi Kartu Tanda Anggota sebagaimana diatur dalam Peraturan Organisasi tentang Sistem Administrasi Keanggotaan.


Pasal 13
Hak dan Kewajiban Anggota :
  • Setiap anggota BANSER berhak :
    • Memiliki Kartu Tanda Anggota Banser;
    • Menggunakan seragam BANSER;
    • Memperoleh pendidikan dan pelatihan dalam upaya meningkatkan prestasi kemampuan yang dimilikinya;
    • Mendapatkan perlindungan dan pembelaan hukum;
    • Memperoleh Tanda Jasa, Jabatan, Kecakapan, Kehormatan dan Kepangkatan Banser sesuai dengan pengabdian.
  • Setiap anggota BANSER berkewajiban :
    • Mentaati Peraturan Dasar, Peraturan Rumah Tangga dan Peraturan Organisasi serta peraturan-peraturan GP Ansor lainnya;
    • Menjaga dan menjunjung nama baik organisasi;
    • Melaksanakan Nawa Prasetya BANSER;
    • Melaksanakan tata sikap dan perilaku BANSER di dalam dan di luar kedinasan sebagaimana diatur dalam petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis;
    • Melaksanakan tugas yang diberikan dengan penuh tanggung jawab dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya.


BAB VII
TANDA JASA, JABATAN, KECAKAPAN, KEHORMATAN DAN KEPANGKATAN

Pasal 14
  1. Tanda Jasa adalah sebuah tanda yang diberikan kepada anggota BANSER, terhadap perbuatan, dedikasi dan loyalitasnya dalam rangka mengabdikan dirinya demi kebaikan dan kemajuan organisasi GP Ansor dan atau BANSER.
  2. Tanda Jabatan adalah sebuah tanda yang diberikan kepada anggota BANSER, yang memenuhi aturan tertentu, dengan menempati jabatan Kepala Satuan Koordinasi BANSER maupun menempati jabatan Kepala Satuan dan atau Unit Khusus BANSER.
  3. Tanda Kecakapan adalah sebuah tanda yang diberikan kepada anggota BANSER yang telah mengikuti pendidikan penjenjangan dan atau pendidikan khusus.
  4. Tanda Kehormatan adalah sebuah tanda yang diberikan kepada pihak luar BANSER, karena perhatian, sumbangsih, pemikiran-pemikiran dan pengabdiannya terhadap BANSER, GP Ansor dan NU atau terhada\p nilai-nilai kemanusiaan, pluralisme dan kebhinekaan, bangsa dan NKRI.
  5. Tanda Kepangkatan adalah sebuah tanda yang diberikan kepada anggota Banser yang telah memperoleh tanda jasa, tanda kecakapan, dan tanda jabatan di lingkungan Satuan Koordinasi
  6. BANSER.


Pasal 15
Ketentuan lebih lanjut mengenai Tanda Jasa, Jabatan, Kecakapan, Kehormatan dan Kepangkatan Banser sebagaimana disebutkan dalam Pasal 14 selanjutnya diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan yang diterbitkan oleh SATKORNAS BANSER.

BAB VIII
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Pasal 16
Pendidikan BANSER meliputi :
  • Pendidikan pengkaderan berjenjang
    • Pendidikan dan pelatihan dasar atau disingkat DIKLATSAR
    • Kursus BANSER lanjutan atau disingkat SUSBALAN
    • Kursus BANSER pimpinan atau disingkat SUSBANPIM
  • Kursus Pelatih BANSERatau disingkat SUSPELAT secara berjenjang sebagai berikut:
    • SUSPELAT I untuk melatih calon pelatih DIKLATSAR
    • SUSPELAT II untuk melatih calon pelatih SUSBALAN
    • SUSPELAT III untuk melatih calon pelatih SUSBANPIM
  • Pendidikan dan latihan khusus atau disingkat DIKLATSUS

Pasal 17
Ketentuan lebih lanjut mengenai Pendidikan dan Pelatihan BANSER sebagaimana disebutkan dalam Pasal 16 selanjutnya diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan yang diterbitkan oleh SATKORNAS.

BAB IX
ADMINISTRASI

Pasal 18
Penyelenggaraan Administrasi BANSER menguraikan ketentuan-ketentuan secara rinci mengenai tata cara dan kegiatan penyusunan tulisan dinas, penyampaian tulisan dinas, dan pengelolaan arsip, dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas BANSER.

Pasal 19
Ketentuan lebih lanjut mengenai Sistem Administrasi BANSER sebagaimana disebutkan dalam Pasal 18 selanjutnya diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan yang diterbitkan oleh SATKORNAS.

BAB X
ATRIBUT BANSER

Pasal 20
Lambang
Bentuk dan arti lambang Banser dijelaskan lebih lanjut dalam Petunjuk Pelaksanaan yang diterbitkan oleh SATKORNAS.

Pasal 21
Panji :
Corak dan desain Panji Banser dijelaskan lebih lanjut dalam Petunjuk Pelaksanaan yang diterbitkan oleh SATKORNAS.

Pasal 22
Bendera:
Corak dan desain Bendera Banser dijelaskan lebih lanjut dalam Petunjuk Pelaksanaan yang diterbitkan oleh SATKORNAS.

Pasal 23
Mars :
Lirik dan nada Mars Banser dijelaskan lebih lanjut dalam Petunjuk Pelaksanaan yang diterbitkan oleh SATKORNAS.
Silahkan baca Lirik Lagu Mars GP ANSOR Dan Mars Banser - Download mp3

Pasal 24
Seragam:
Corak, desain dan tata letak pemasangan atribut yang dilengkapi pakaian seragam BANSER dijelaskan lebih lanjut dalam Petunjuk Pelaksanaan yang diterbitkan oleh SATKORNAS.

BAB XI
STRUKTUR ORGANISASI

Pasal 25
1.Susunan SATKORNAS dan SATKORWIL :
  • Seorang Kepala
  • Dua orang Wakil Kepala untuk SATKORNAS dan seorang Wakil Kepala untuk SATKORWIL
  • Corp Provost terdiri dari: Seorang Kepala Corp Provost, seorang Wakil Kepala Corp Provost dan beberapa divisi yang selanjutnya diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan yang diterbitkan oleh SATKORNAS.
  • Asisten-asisten :
    • Asisten Informasi dan Komunikasi disingkat ASINFOKOM
    • Asisten Kegiatan disingkat ASGIAT
    • Asisten Administrasi dan Personalia disingkat ASMINPERS
    • Asisten Perbekalan disingkat ASKAL
    • Asisten Perencanaan, Pendidikan dan Latihan disingkat ASRENDIKLAT
    • Asisten Penelitian dan Pengembangan disingkat ASLITBANG
    • Asisten Kerjasama disingkat ASKER
  • DENSUS 99 terdiri dari: seorang Kepala Detasemen, seorang Wakil Kepala dan beberapa divisi yang selanjutnya diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan yang diterbitkan oleh
  • SATKORNAS.
  • Satuan Khusus terdiri dari: seorang Kepala Satuan Khusus, seorang Wakil Kepala dan beberapa divisi yang selanjutnya diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan yang diterbitkan oleh
  • SATKORNAS.
  • Pengendali Markas terdiri dari: seorang Kepala Markas dan seorang Wakil Kepala.

2. Susunan SATKORCAB :
  • Seorang Kepala
  • Seorang Wakil Kepala
  • Corp Provost terdiri dari: Kepala Corp Provost, seorang Wakil Kepala Corp Provost dan beberapa divisi yang selanjutnya diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan yang diterbitkan oleh SATKORNAS.
  • Biro-biro:
    • Biro Informasi dan Komunikasi disingkat BIRO INFOKOM
    • Biro Kegiatan disingkat BIRO GIAT
    • Biro Administrasi dan Personalia disingkat BIRO ADMINPERS
    • Biro Perbekalan BIRO KAL
    • Biro Perencanaan, Pendidikan dan Latihan disingkat BIRO RENDIKLAT
    • Biro Penelitian dan Pengembangan disingkat BIRO LITBANG
    • Biro Kerjasama BIRO KER
  • Satuan Khusus terdiri dari: seorang Kepala Satuan Khusus, seorang Wakil Kepala dan beberapa divisi yang selanjutnya diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan yang diterbitkan oleh
  • SATKORNAS.
  • Pengendali Markas terdiri dari: seorang Kepala Markas dan seorang Wakil Kepala.
  • Pembentukan Satuan Khusus tingkat SATKORCAB menyesuaikan kebutuhan dan kondisi masing-masing cabang.

3. Susunan SATKORYON dan SATKORKEL menyesuaikan dengan susunan SATKORCAB sesuai dengan kebutuhan dan jumlah anggota.

4. Tugas, wewenang dan Fungsi Satuan Koordinasi selanjutnya diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan BANSER yang diterbitkan oleh
SATKORNAS.

BAB XII
GARIS KOORDINASI

Pasal 26
Pola dan Mekanisme Koordinasi:
  1. Hubungan Ketua Umum GP Ansor kepada Kepala SATKORNAS dan atau hubungan ketua GP Ansor di masing-masing tingkatan bersifat instruktif dan hubungan sebaliknya bersifat konsultatif.
  2. Hubungan kepala SATKORNAS kepada ketua-ketua, sekretaris, bendahara pimpinan pusat GP Ansor bersifat koordinatif.
  3. Hubungan Kepala kepada Wakil Kepala Satuan Koordinasi di masing-masing tingkatan bersifat instruktif dan hubungan sebaliknya bersifat konsultatif.
  4. Hubungan Wakil Kepala Satuan Koordinasi kepada Provost, Asisten, Biro-biro, Satuan Khusus pada masing-masing tingkatan bersifat instruktif dan hubungan sebaliknya bersifat konsultatif.
  5. Hubungan antara Asisten, antar Biro, antar Provost, Satuan Khusus dan Kepala Markas serta Kepala Satuan Koordinasi pada masing-masing tingkatan bersifat koordinatif.
  6. Hubungan SATKORNAS, SATKORWIL, SATKORCAB, SATKORYON, dan SATKORKEL bersifat instruktif dengan sepengetahuan ketua GP Ansor di masing-masing tingkatan.

BAB XIII
KEGIATAN

Pasal 27
Kegiatan BANSER bersifat keagamaan, kemanusiaan, sosial kemasyarakatan, pembangunan serta bela negara yang teknis pelaksanaannya berpedoman pada program kegiatan GP Ansor dan BANSER.

BAB XIV
CORP PROVOST BANSER

Pasal 28
1. Corp Provost BANSER adalah satuan tetap BANSER yang dibentuk dalam rangka menertibkan dan mendisiplinkan jajaran BANSER, sehingga tercipta BANSER yang semakin baik, taat aturan dan profesional.

2. Fungsi, Tugas dan Tanggung jawab:
Fungsi Corp Provost BANSER adalah menegakkan marwah, etika, aturan dan disiplin organisasi di internal kesatuan BANSER.

3. Tugas Corp Provost BANSER adalah mengamati, mengawasi, mengendalikan, menindak, mengevaluasi dan menghukum pasukan dalam internal kesatuan BANSER dalam melaksanakan kegiatan organisasi.

4. Tanggung jawab Corp Provost BANSER adalah melaksanakan tugas dan fungsi Provost sesuai aturan yang telah ditetapkan serta pembinaan personil.

5. Struktur Corp Provost BANSER terdiri dari seorang Kepala, seorang Wakil Kepala dan beberapa anggota Satuan.

Pasal 29
Ketentuan lebih lanjut mengenai Corp Provost BANSER diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan BANSER yang diterbitkan oleh SATKORNAS.

BAB XV
DETASEMEN KHUSUS 99 ASMAUL HUSNA

Pasal 30
Detasemen Khusus 99 Asmaul Husna, selanjutnya disingkat Densus 99, adalah satuan tetap BANSER yang bertugas mengamankan program-program keagamaan dan program-program sosial kemasyarakatan sebagai partisipasi GP Ansor kepada Negara dalam menghadapi tantangan global dan upaya memerangi radikalisme agama dalam berbagai bentuk, yang berkedudukan di SATKORNAS.

Fungsi, Tugas dan Tanggung jawab:
  • Tugas Densus 99 adalah mengumpulkan, menganalisis dan melaporkan informasi kepada pimpinan.
  • Fungsi Densus 99 adalah melakukan pencegahan dan penangkalan terhadap berbagai upaya yang mengarah pada kekerasan atas nama agama, menjaga, memelihara dan menjamin keamanan dan kenyamanan setiap warga negara dalam menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya sebagai amanat UUD 1945.
  • Densus 99 bertanggung jawab kepada Kepala SATKORNAS dan Ketua Umum.
  • Struktur Densus 99 terdiri dari seorang Kepala, seorang Wakil Kepala dan beberapa Divisi.
  • Ketentuan lebih lanjut mengenai Densus 99 diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan BANSER yang diterbitkan oleh SATKORNAS.

BAB XVI
SATUAN KHUSUS

Pasal 31
Satuan Khusus adalah satuan yang dibentuk oleh BANSER berkedudukan di tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota dan/atau Cabang yang memiliki kualifikasi khusus dan berpartisipasi aktif pada negara, masyarakat, jam’iyyah Nahdlatul Ulama, GP Ansor dan BANSER SATSUS terdiri atas:
Banser Protokoler;
Banser Tanggap Bencana;
Banser Penanggulangan Kebakaran;
Banser Lalu Lintas;
Banser Maritim;
Banser Husada.

Tugas, Fungsi dan Tanggung Jawab masing masing Satuan Khusus diatas juga dijelaskan secara rinci. Untuk membacanya, islahkan sobat buka 6 SATUAN KHUSUS BANSER

BAB XVII
KEUANGAN

Pasal 38

  1. Sumber dana untuk keperluan kegiatan BANSER dibebankan kepada GP Ansor.
  2. Dapat mengupayakan sumber-sumber dana melalui usaha-usaha yang legal dan dapat dipertanggungjawabkan guna membiayai operasional satuan koordinasi dan satuan khusus BANSER.
  3. Sumber-sumber lain yang tidak mengikat.

BAB XVIII
PENUTUP

Pasal 39
1. Segala sesuatu yang belum diatur dalam Peraturan organisasi ini akan diputuskan kemudian oleh SATKORNAS BANSER melalui Petunjuk Pelaksanaan atau instruksi dari Pimpinan Pusat GP Ansor atau SATKORNAS BANSER.

2. Dengan diterbitkannya Peraturan Organisasi ini, maka Peraturan Organisasi :
  • a. Nomor: 18/KONBES-XVIII/VI/2012 tentang Barisan Ansor Serbaguna (BANSER).
  • b.Nomor: 19/KONBES-XVIII/VI/2012 tentang DENSUS 99 Asmaul Husna;
  • c. Nomor: 20/KONBES-XVIII/VI/2012 tentang Barisan Ansor Serbaguna Tanggap Bencana (BAGANA);
  • d. Nomor: III/KONBES-XIX/VI/2014 tentang Satuan Khusus Barisan Ansor Serbaguna Penanggulangan Kebakaran (BALAKAR);
  • e. Nomor: IV/KONBES-XIX/VI/2014 tentang Satuan Khusus Barisan Ansor Serbaguna Lalu Lintas (BALANTAS);
  • f. Nomor: V/KONBES-XIX/VI/2014 tentang Satuan Khusus Barisan Ansor Serbaguna Kepanduan (BANSER KEPANDUAN);
  • g. Nomor: VI/KONBES-XIX/VI/2014 tentang Satuan Khusus Barisan Ansor Serbaguna Protokoler (BANSER PROTOKOLER);
  • h. Nomor: VII/KONBES-XIX/VI/2014 tentang Satuan Provost Banser;
  • i. Nomor: VIII/KONBES-XIX/VI/2014 tentang Tanda Jasa, Jabatan, Kecakapan, Kehormatan dan Kepangkatan Barisan Ansor Serbaguna (TJ2K3 BANSER) dinyatakan dicabut dan selanjutnya tidak berlaku lagi.

3. Peraturan Organisasi ini berlaku mulai tanggal ditetapkan dan apabila terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

4. Agar setiap pengurus GP Ansor mengetahui dan memahami Peraturan Organisasi ini, maka setiap tingkat kepengurusan GP Ansor diwajibkan menyosialisasikan Peraturan Organisasi ini.

Ditetapkan di : Cirebon
Tanggal : 27 Sya’ban 1437 H
3 Juni 2016
KONFERENSI BESAR XX 
GERAKAN PEMUDA ANSOR TAHUN 2016 
Pimpinan Sidang Pleno II
M. Nuruzzaman
Ketua

Sekretaris
Saleh Ramli

Thursday, May 10, 2018

Penetapan Jam Kerja ASN/PNS, TNI POLRI pada Bulan Ramadhan 2018

Pada Tanggal 8 Mei 2018, Dr. H. Asman Abnur, S.E., M.Si. (KemenPAN-RB), secara resmi telah mengeluarkan surat edaran mengenai penetapan jam kerja bagi PNS (Pegawai Negeri Sipil/ ASN (Aparatur Sipil Negara), Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) dan juga Tentara Nasional Indonesia (TNI) Pada Bulan Suci Ramadhan tahun 2018 ini.

Dalam surat edaran tersebut, penetapan jam kerja dibedakan menjadi 2 versi. Versi pertama adalah untuk pegawai dengan 5 hari kerja, dan yang kedua untuk yang 6 hari kerja.

Pola dari penetapan jam kerja tersebut sebenarnya sudah diketahui, yaitu pengurangan 1 jam dari biasanya. Dan jika di total, jumlah jam kerja pada bulan ramadan 2018 ini adalah sebanyak 32,5 jam per minggu.

Surat edaran tersebut berupa file Pdf yang dibagikan melalui situs resmi dan disebarluaskan di banyak jejaring sosial. Oleh karenanya, Infojempol ingin ikut serta menginformasikan kepada sobat semua tentang penetapan jam kerja ini.

Kami menulis ulang isi dari surat tersebut, dan sama persis dengan aslinya.
Berikut ini isi surat edaran dari KemenPAN-RB


Jam Kerja ASN/PNS, TNI POLRI pada Bulan Ramadhan 2018

Silahkan  dibaca

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA


Nomor B 335/MKT 02/2018         8 Mei 2018
Lampiran : 1 Lembar
Hal : Penyampaian Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Penetapan Jam Kerja ASN, TNI dan POLRI pada Bulan Ramadhan

Yth.
1. Para Menteri Kabinet Kerja;
2. Sekretaris Kabinet;
3. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia;
4. Jaksa Agung Republik Indonesia;
5. Panglima Tentara Nasional Indonesia;
6. Para Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian;
7. Para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara;
8. Para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Non Struktural;
9. Fara Pimpinan Lembaga Lainnya;
10. Para Gubenur; dan
11.Para Bupati/Walikota.
di Tempat

Bahwa dalam rangka peningkatan kualitas pelaksanaan lbadah Puasa pada bulan Ramadhan, khususnya bagi Pegawai Negeri Sipil yang beragama Islam, perlu dilakukan penyesuaian jam kerja selama bulan Ramadhan.

Sehubungan telah ditetapkannya Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengenai Penetapan Jam Kerja ASN, TNI dan POIRI pada Bulan Ramadhan, kiranya Surat Edaran (terlampir) dimaksud dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Atas perhatian dan kerjasama Saudara, kami ucapkan terima kasih

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
ttd
ASMAN ABNUR

Tembusan:
1. Presiden Republik Indonesia;
2. Wakil Presiden Republik Indonesia.

Dan isi dari lampian surat di atas di bawah ini:


MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA

SURAT EDARAN NOMOR 336 TAHUN 2018 
TENTANG PENETAPAN JAM KERJA ASN, TNI dan POLRI PADA BULAN RAMADHAN 

Dengan ini diberitahukan bahwa dalam rangka peningkatan kualitas pelaksanaan lbadah Puasa pada bulan Ramadhan khususnya bagi ASN, "PNI dan POLRI yang beragama Islam, maka jam kerja Pegawai Negari Sipil perlu diatur sebagai beri kut : 

1. Bagi instansi pemerintah yang melakukan lima hari kerja :
  • a) Hari Senin sampai dengan Kamis : Pukul 08.00 – 15.00 / waktu istirahat : 12.00 - 12.30
  • b) Hari Jumat : pukul 08.00 - 15.30 / waktu istirahat 11.30 - 12.30

2. Bagi instansi pemerintah yang memberlakukan enam hari kerja :
  • a) Hari Senin sampai dengan Kamis, dan Sabtu : pukul 08.00 - 14.00 / waktu istirahat : pukul 12.00 - 12.30
  • b) Hari Jumat : pukul 08.00 - 14.30 / waktu istirahat : pukul 11.30 - 12.30

3. Jumlah jam kerja bagi instansi Pemerintah Pusat dan Daerah yang melaksanakan 5 hari atau 6 hari kerja selama bulan Ramadhan adalah 32.50 jam per minggu. 

4. Ketentuan Pelaksanaan lebih lanjut mengenai jam kerja pada bulan Ramadhan tersebut diatur oleh Pimpinan Instansi dan Pemerintah Daerah masing-masing dengan menyesuaikan situasi dan kondisi setempat. 

Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih 

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal, 8 Mei 2018 
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
ttd
ASMAN ABNUR

Untuk Download Penetapan Jam Kerja ASN/PNS, TNI POLRI pada Bulan Ramadhan 2018 sesuai file aslinya (Pdf)

Silahkan disini: Surat Edaran Jam Kerja Ramadhan 2018 Pdf

Berikut ini screenshot dari lampiran surat di atas

Setiap tahunnya selalu dibuat jam kerja khusus pada bulan Ramadhan, tujuannya sepersi yang sudah di singgung dalam paragram pertama surat di atas, yaitu supaya dapat meningkatkan ibadah di bulan suci Romadhon

Dan berbicara mengenai bulan suci tersebut, Admin juga pernah membut tips tentang cara mendapatkan lailatul qadar di bulan ramadhan, dapat sobat baca pada halaman ini Cara Mendapatkan Lailatul Qadar

Terimakasih, semoga apa yang inforjempol sajikan ini bermanfaat bagi sobat semua. Jika berkenan, silahkan share artikel ini supaya teman dan saudara saudara kita yang lain mengetahui informasi ini.

Wednesday, May 9, 2018

6 SATUAN KHUSUS BANSER (Protokoler, Tanggap Bencana, Penanggulangan Kebakaran, Lalu Lintas, Maritim, Husada)

Sebelun Infojempol menjelaskan satu persatu dari masing masing satuan khusus Banser, Kami jelaskan dulu kedudukan banser dalam organisasi NU.

BANSER adalah tenaga inti Gerakan Pemuda Ansor sebagai kader penggerak, pengemban dan pengaman program-program sosial kemasyarakatan Gerakan Pemuda Ansor.

Kader dimaksud adalah anggota GP Ansor yang memiliki disiplin dan dedikasi yang tinggi, ketahanan fisik dan mental yang tangguh, penuh daya juang dan religius sebagai benteng ulama dan dapat mewujudkan Gita-cita Gerakan Pemuda Ansor dan kemaslahatan umum.

Secara sederhana mungkin dapat dikatakan bahwa Banser adalah Pasukan Pemukul milik GP Ansor. Jika di analogikan dengan pemerintahan kota, kedudukan banser sama dengan Satpol PP.

Dan sekarang apa itu GP ANSOR?
GP ANSOR (Gerakan Pemuda Ansor) adalah salah satu Badan Semi Otonom (Banom) yang dimiliki oleh NU. GP Ansor adalah organisasi yang mewadahi para pemuda NU di Indonesia.

Apa saja Banom yang dimiliki oleh NU? Banyak sekali, diantaranya Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU IPPNU dsb. Dan organisasi ini memiliki kedudukan yang sama dengan GP Ansor.

Nah, sudah jelas kan?
Sekaang kembali ke topik utama, yaitu tentang Satuan Khusus Banser.

Seperti yang sudah Infojempol tulis pada judul artikel ini, bahwa Banser memiliki 6 Satuan Khusus, yaitu:
Banser Protokoler
Banser Tanggap Bencana
Banser Penanggulangan Kebakaran
Banser Lalu Lintas
Banser Maritim
Banser Husada

Selain 6 satuan Khusus diatas, Banser juga memiliki Pasukan Khsus yang di sebut DENSUS 99, Selengkapnay dapat sobat baca pada halaman ini DENSUS 99 BANSER (Datasemen Khusus 99 Asmaul Husna) - Pengertian, Fungsi, Tugas, Syarat dan Tanggung Jawabnya

Pengertian Banser Satuan Khusus

Satuan Khusus adalah satuan yang dibentuk oleh BANSER berkedudukan di tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota dan/atau Cabang yang memiliki kualifikasi khusus dan berpartisipasi aktif pada negara, masyarakat, jam’iyyah Nahdlatul Ulama

Baca juga CORP PROVOST BANSER (Pengertian, Tugas dan Fungsinya)


Macam Macam Banser Satuan Khusus

Seperti yang sudah Infojempol tulis pada judul artikel ini, bahwa Banser memiliki 6 Satuan Khusus, yaitu
Banser Protokoler
Banser Tanggap Bencana
Banser Penanggulangan Kebakaran
Banser Lalu Lintas
Banser Maritim
Banser Husada

Penjelasan Masing Masing Satuan Khusus Banser

Penjelasana mengenai 6 Satuan Khusus yang dimiliki oleh Banser ini termuat dalam Peraturan Organisasi GP Ansor tentang Barisan Ansor Serbaguna, tepatnya pada BAB XVI.

Berikut ini cuplikan isi yang menjelaskan tentang satuan khusus Banser. Admin mengutipnya secara lengkap dengan nomor pasal yang adala dalam PO tersebut.


Bagian Kesatu

Satuan Khusus Banser Protokoler

Pasal 32
Barisan Ansor Serbaguna Protokoler, disingkat Banser Protokoler, adalah SATSUS BANSER yang memiliki kualifikasi dalam manajemen acara kenegaraan, organisasi atau acara resmi di lingkungan Nahdlatul Ulama, GP Ansor dan BANSER.

Fungsi, Tugas dan Tanggung jawab Banser Protokoler :
  • Fungsi Banser Protokoler adalah mengatur, menata dan mengelola acara kenegaraan, organisasi atau acara resmi sesuai dengan perencanaan kegiatan.
  • Tugas Banser Protokoler adalah merencanakan, mempersiapkan, mengkoordinasikan dan melaksanakan keprotokolan di GP Ansor dan BANSER.
  • Tanggung jawab Banser Protokoler adalah melaksanakan tugas dan fungsi keprotokolan sesuai perencanaan kegiatan yang telah ditetapkan serta pembinaan personel.
  • Struktur Banser Protokoler terdiri dari seorang Kepala, seorang Wakil Kepala dan beberapa Divisi.
  • Ketentuan lebih lanjut mengenai Banser Protokoler diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan BANSER yang diterbitkan oleh SATKORNAS.


Bagian Kedua

Satuan Khusus Banser Tanggap Bencana

Pasal 33
Barisan Ansor Serbaguna Tanggap Bencana, selanjutnya disingkat BAGANA, adalah SATSUS BANSER yang mengemban dan mengamankan program-program sosial kemasyarakatan GP Ansor, serta memiliki kualifikasi khusus di bidang penanggulangan bencana.

Fungsi, Tugas dan Tanggung jawab Banser Tanggap Bencana :
  • Fungsi BAGANA adalah pencegahan bencana, tanggap darurat dan rehabilitasi.
  • Tugas BAGANA adalah merencanakan, mempersiapkan, mengkoordinasikan dan melaksanakan penanggulangan bencana.
  • c. Tanggung jawab BAGANA adalah melaksanakan tugas dan fungsi penanggulangan bencana serta pembinaan personel.
  • Struktur BAGANA terdiri dari seorang Kepala, seorang Wakil Kepala dan beberapa Divisi.
  • Ketentuan lebih lanjut mengenai BAGANA diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan BANSER yang diterbitkan oleh SATKORNAS.


Bagian Ketiga

Satuan Khusus Banser Penanggulangan Kebakaran

Pasal 34
Barisan Ansor Serbaguna Penanggulangan Kebakaran, selanjutnya disingkat BALAKAR, adalah SATSUS BANSER yang mengemban dan mengamankan program-program sosial kemasyarakatan GP Ansor, memiliki kualifikasi disiplin, dedikasi tinggi, kepedulian dan solidaritas kepada sesama dalam penanggulangan bahaya kebakaran serta memiliki ketahanan fisik dan mental yang tangguh.

Fungsi, Tugas dan Tanggung jawab Banser Penanggulangan Kebakaran :
  • Fungsi BALAKAR adalah penanggulangan bahaya kebakaran, tanggap darurat dan rehabilitasi.
  • Tugas BALAKAR adalah melaksanakan fungsi tanggap darurat dan kemanusiaan dalam rangka penanggulangan bahaya kebakaran.
  • Tanggung jawab BALAKAR adalah melaksanakan tugas dan fungsi penanggulangan bahaya kebakaran serta pembinaan personel.
  • Struktur BALAKAR terdiri dari seorang Kepala, seorang Wakil Kepala dan beberapa Divisi.
  • Ketentuan lebih lanjut mengenai BALAKAR diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan BANSER yang diterbitkan oleh SATKORNAS.


Bagian Keempat

Satuan Khusus Banser Lalu Lintas

Pasal 35
Barisan Ansor Serbaguna Lalu Lintas, selanjutnya disingkat BALANTAS, adalah SATSUS BANSER yang mengemban dan mengamankan program-program sosial kemasyarakatan GP Ansor yang memiliki kualifikasi ketahanan fisik, mental yang tangguh, disiplin, dan berdedikasi tinggi, serta memiliki kemampuan dan kecakapan dalam penanganan peristiwa lalu lintas dan transportasi jalan.

Fungsi, Tugas dan Tanggung jawab Banser Lalu Lintas :
  • Fungsi BALANTAS adalah penanganan peristiwa lalu lintas dan transportasi jalan, pengurangan risiko kecelakaan, kelancaran dan ketertiban lalu lintas.
  • Tugas BALANTAS adalah melaksanakan fungsi penanganan peristiwa lalu lintas dan transportasi jalan dengan mengutamakan pengurangan risiko kecelakaan lalu lintas guna terwujudnya kelancaran dan ketertiban berlalu lintas.
  • Tanggung jawab BALANTAS adalah melaksanakan tugas dan fungsi penanganan peristiwa lalu lintas dan transportasi jalan serta pembinaan personel.
  • Struktur BALANTAS terdiri dari seorang Kepala, seorang Wakil Kepala dan beberapa Divisi.
  • Ketentuan lebih lanjut mengenai BALANTAS diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan BANSER yang diterbitkan oleh SATKORNAS.


Bagian Kelima

Satuan Khusus Banser Maritim

Pasal 36
Barisan Ansor Serbaguna Maritim, selanjutnya disingkat BARITIM, adalah SATSUS BANSER yang mengemban dan mengamankan program-program sosial kemasyarakatan GP Ansor yang memiliki ketahanan fisik dan mental yang tangguh, disiplin, berdedikasi tinggi, serta memiliki kemampuan dan kecakapan di bidang kelautan dan kemaritiman yang berdomisili di daerah kepulauan dalam wilayah yuridiksi maritim NKRI.

Fungsi, Tugas dan Tanggung jawab Banser Maritim:
  • Fungsi BARITIM adalah pengamanan, pemeliharaan, pelestarian, dan konservasi wilayah maritim NKRI.
  • Tugas BARITIM adalah Merencanakan, mempersiapkan, mengkoordinasikan dan melaksanakan fungsi pengamanan, pemeliharaan, pelestarian, dan konservasi wilayah maritim NKRI.
  • Tanggung jawab BARITIM adalah melaksanakan tugas dan fungsi pengamanan, pemeliharaan, pelestarian, dan konservasi wilayah maritim NKRI serta pembinaan personel.
  • Struktur BARITIM terdiri dari seorang Kepala, seorang Wakil Kepala dan beberapa Divisi.
  • Ketentuan lebih lanjut mengenai BARITIM diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan BANSER yang diterbitkan oleh SATKORNAS.


Bagian Keenam

Satuan Khusus Banser Husada

Pasal 37
Barisan Ansor Serbaguna Husada, selanjutnya disingkat BASADA, adalah SATSUS BANSER yang mengemban dan mengamankan program-program sosial kemasyarakatan GP Ansor yang memiliki ketahanan fisik dan mental yang tangguh, disiplin, berdedikasi tinggi, serta memiliki kemampuan dan kecakapan di bidang kedokteran, kesehatan modern dan tradisional.

Fungsi, Tugas dan Tanggung jawab Banser Husada:
  • Fungsi BASADA adalah bantuan kemanusiaan di bidang kedokteran, kesehatan dan norma hidup sehat bagi masyarakat khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama dan GP Ansor.
  • Tugas BASADA adalah merencanakan, mempersiapkan, mengkoordinasikan dan melaksanakan bantuan kemanusiaan di bidang kedokteran, kesehatan dan norma hidup sehat.
  • Tanggung jawab BASADA adalah melaksanakan tugas dan fungsi bantuan kemanusiaan di bidang kedokteran, kesehatan dan norma hidup sehat serta pembinaan personel.
  • Struktur BASADA terdiri dari seorang Kepala, seorang Wakil Kepala dan beberapa Divisi.
  • Ketentuan lebih lanjut mengenai BASADA diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan BANSER yang diterbitkan oleh SATKORNAS.

Semoga informasi di atas dapat bermanfaat bagi sobat semua

Tuesday, May 8, 2018

DENSUS 99 BANSER (Datasemen Khusus 99 Asmaul Husna) - Pengertian, Fungsi, Tugas, Syarat dan Tanggung Jawabnya

Apa itu DENSUS 99, apa pengertian densus 99 serta fungsi, tugas dan tanggung jawabnya, semua akan dibahas secara tuntas dalam halaman ini.

Apakah Datasemen Khusus 99 Asmaul Husna milik Banser ini masih ada kaitannya dengan Densus 88 Anti Teror yang dimiliki oleh Polri?, Jawabannya tidak ada hubungan sama sekali.

Namun, jangan salah, tugas yang di emban oleh Densus 99 ini juga tidak kalah beratnya, yaitu mencegah terorisme yang ada di negara tercinta ini.


Pengertian Densus 99 Asmaul Husna

Densus 99 Asmaul Husna meupakan Datasemen Khusus/ pasukan khusus yang dimiliki oleh Banser.

Detasemen Khusus 99 Asmaul Husna, selanjutnya disingkat Densus 99, adalah satuan tetap BANSER yang bertugas mengamankan program-program keagamaan dan program-program sosial kemasyarakatan sebagai partisipasi GP Ansor kepada Negara dalam menghadapi tantangan global dan upaya memerangi radikalisme agama dalam berbagai bentuk, yang berkedudukan di SATKORNAS.

Banser (Barisan Ansor Serbaguna) merupakan pasukan tempur yang berada di bawah kendali GP Ansor. Sedangkan Gerakan pemuda Ansor sendiri merupakan salah satu Banon Nahdlatul Ulama

Sedangkan kata 99 di ambil dai jumlah nama Asmaul Husna.

Apa itu Asmaul Husna?, dalam Wikipedia dijelaskan seperti ini:
Asma'ul husna secara harfiah adalah nama-nama, sebutan, gelar Allah yang baik dan agung sesuai dengan sifat-sifat-Nya. Nama-nama Allah yang agung dan mulia itu merupakan suatu kesatuan yang menyatu dalam kebesaran dan kehebatan milik Allah.

Fungsi, Tugas dan Tanggung jawab Densus 99 Asmaul Husna

Ini termuat dalam Peratuan Organisasi GP Ansor tentang Barisan Ansor Serbaguna. Tepatnya berapada pada BAB XV Pasal 30.

Dalam pasal tersebut dijelaskan secara singkat padat mengenai Fungsi, Tugas dan Tanggung jawab Densus 99 Asmaul Husna Banser.

Berikut ini isinya

  • Tugas Densus 99 adalah mengumpulkan, menganalisis dan melaporkan informasi kepada pimpinan.
  • Fungsi Densus 99 adalah melakukan pencegahan dan penangkalan terhadap berbagai upaya yang mengarah pada kekerasan atas nama agama, menjaga, memelihara dan menjamin keamanan dan kenyamanan setiap warga negara dalam menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya sebagai amanat UUD 1945.
  • Densus 99 bertanggung jawab kepada Kepala SATKORNAS dan Ketua Umum.
  • Struktur Densus 99 terdiri dari seorang Kepala, seorang Wakil Kepala dan beberapa Divisi.
  • Ketentuan lebih lanjut mengenai Densus 99 diatur dalam Petunjuk Pelaksanaan BANSER yang diterbitkan oleh SATKORNAS.

Syarat-Syarat Menjadi Anggota Densus 99 Banser

Tidak semua anggota Banser dapat tergabung menjadi Pasukan Densus 99 Asmaul Husna. Ada syarat-syarat khusus yang ditetapkan oleh Pengurus GP Ansor.

Walaupun dalan PO GP Ansor tentang Banser tidak dijelaskan seara mendetail tentang syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh calon anggota Densus 99, namun setiap Pengurus GP ANSOR Cabang atau Wilayah, memiliki ketentuan tersendiri.

Dan berikut ini Informasi mengenai Syarat-Syarat menjadi Anggota Densus 99 yang berhasil Admin himpun dari berbagi sumber.
  • Memiliki mental yang kuat
  • Fisik yang tangguh
  • Memiliki kecakapan dalam keorganisasian
  • Memiliki wawasan yang mumpuni tentang ke NU an dan kebangsaan
  • Diprioritaskan memiliki ilmu kanuragan.

Syarat lain ditetapkan oleh Pengurus GP Ansor masing-masing wilayah atau cabang. Dan kemungkinan berbeda satu dengan yang lainnya.

Terimakasih, semoga apa yang Infojempol sajikan ini bermanfaat bagi sobat semua.