Home » » Problematika Keluarga Muslim dan Solusinya

Problematika Keluarga Muslim dan Solusinya

PROBLEMATIKA KELUARGA MUSLIM DAN SOLUSINYA

DR. AHZAMI SAMI’UN JAZULI 

pict: kunyadu.com
Adalah sesuatu yang bersifat aksioma, jika keluarga muslim dimaksudkan : Keluarga yang dibangun di atas pondasi yang kokoh, dimana pertemuan kedua insan (suami isteri) dalam rangka merealisasikan tujuan agama yang suci.

Namun dalam realitanya sesuatu yang ideal itu ternyata tidak selamanya terwujud dalam kehidupan keluarga. Ketidak sinkronan antara bentuk idealita dengan realita, itulah yang disebut dengan “Problematika”

Diantara Problematika keluarga Muslim dewasa ini adalah:

1. VISI DAN MISI YANG TIDAK JELAS :

Visi keluarga Muslim : Mendapatkan Ridho Allah

MISI

1.1 Menegakkan Syariat Allah

Yaitu dengan mengaplikasikan ajaran Allah dalam seluruh akifitasnya. Dengan kata lain, keluarga Muslim dituntut untuk membangun rumah tangga yang Islami, dimana kehidupannya semata-mata hanya beribadah kepada Allah.

Terjadinya perkawinan dan perceraian dalam perspektif Al-Qur’an sangat tergantung dengan sejauh mana komitmen suami isteri dalam menegakkan syari’at Allah. “Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami isteri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh isteri untuk menebus dirinya.” (QS. 2 : 229)

“Kemudian jika suami yang lain itu menceraikannya, maka tidak ada dosa bagi keduanya (bekas suami pertama dan isteri) untuk kawin kembali jika keduanya berpendapat akan dapat menjalankan hukum allah.” (QS. 2 : 230)

1.2 Mewujudkan ketenangan, ketentraman dan kasih sayang.

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang…” (QS. 30 : 21)

1.3 Memperbanyak keturunan yang sholeh.

Nabi bersabda “kawinlah kamu, berketurunanlah kamu dan perbanyaklah keturunannmu, sesungguhnya saya membanggakan kamu terhadap umat terdahulu dihari kiamat.”

Dari hadits di atas, jelaslah bagi kita bahwa kebanggan terwujud dengan banyaknya keturunan yang soleh.

1.4 Memberikan kasih sayang terhadap anak

Kasih sayang terhadap anak merupakan Fitrah manusia dan binatang dimana Allah menjadikannya sebagai prinsip dalam kehidupan yang meliputi dimensi psikologis, sosiologis dan Naturalis.

1.5 Memelihara Fitroh Anak

Keluarga dalam perspektif Islam bertanggung jawab atas terpeliharanya fithroh anak, sehingga setiap penyimpangan yang menodai fithroh anak kedua orang tualah yang paling bertanggung jawab atau seorang yang mendapatkan kepercayaan untuk mendidiknya.

2. FAQR /KEMISKINAN

Kemiskinan merupakan problematika, jika menimpa sebuah keluarga dikhawatiurkan akan terjadi ketidak-layakan dalam kebutuhan hidup keluarga sehingga berdampak negatif terhadap perkembangan anak dimana ia akan meninggalkan rumah dan berorientasi pada mencari rezeki dan penghidupan. Dengan demikian ia akan dengan mudah dijamah oleh tangan-tangan kotor penuh dosa, kejam, kejahatan dan penyimpangan.

Dengan syari’at yang adil, Islam telah meletakkan dasar-dasar yang kuat untuk memerangi kemiskinan, menetapkan hak hidup mulia bagi setiap insan, serta menggariskan berbagai metode praktis untuk memberantas kemiskinan bagi masyarakat Islam anatara lain :

  • Kerja 
  • Gaji yang banyak 
  • Ta’awun 
  • Zakat 
  • Shodaqoh
Baca juga:
Faktor Penghambat Komunikasi Dalam Keluarga

3. PERTENGKARAN ANTARA BAPAK DAN IBU

Diantara masalah fundamental yang dapat menimbulkan kelainan pada anak adalah suasana disharmoni hubungan antara bapak dan ibu pada beberapa kesempatan berkumpul dan bertemu. Ketika anak membuka matanya didalam rumah dan melihat secara jelas terjadinya pertengkaran antara bapak dan ibunya, ia akan lari meninggalkan suasana rumah yang membosasnkan dan keluarga yang kacau untuk mencari teman bergaul yang dapat menghilangkan keresahannya, jika teman-teman bergaulnya adalah orang-orang jahat, maka secara perlahan ia akan terseret ke dalam akhlak dan kebiasaan yang paling negatif. Bahkan kebiasaan buruk itu bisa menjelma sebagai alat perusak negara dan bangsa.

Dengan dasar-dasar yang bijaksana, Islam telah menggariskan jalan yang lurus dan ideal bagi individu untuk membangun rumah tangga yang harmonis dengan memberikan solusi sebagai berikut :
Kriteria mencari pasangan yang ideal,
Memahami hak dan kewajiban,
Membuat suasana rumah yang Islami.

4. PERCERAIAN

Perceraian merupakan masalah yang sering menimbulkan kegoncangan pada anak-anak dan akibat yang buruk, seperti mengisolasi diri dan berpisahnya mereka.

Oleh karena itu, dengan dasar-dasar yang kuat, Islam menginruksikan kepada masing-masing pasangan suami isteri untuk melaksanakan hak dan kewajiban mereka berdua.

Beberapa kewajiban Isteri
a. Isteri mematuhi suaminya secara baik
b. Menjaga harta suami dan memelihara diri dan kehormatannya
c. Apabila suaminya mengajak tidur bersama (bersetubuh), maka ia tidak boleh menolak
Beberapa kewajiban suami

  • a. Memberi nafkah kepada isteri dan anak-anaknya. 
  • b. Memberi dan meningkatkan pemahaman dan pengamalan Islam anak dan isterinya. 
  • c. Musyawarah dengan isteri dalam urusan rumah tangga. 
  • d. Tidak melihat kekurangan-kekurangan isterinya. 
  • e. Memperlakukan isterinya dengan ma’ruf. 
  • f. Membantu isteri dalam pekerjaan-pekerjaan rumah. 

5. MANDEGNYA AKTIFITAS ANAK

Baca:
Materi Tentang Tumbuh Kembang Remaja

Sebagaimana kita ketahui, bahwa anak sejak masa pertumbuhannya sudah suka bermain, rekreasi dan gemar menikmati berbagai keindahan alam.

Orang tua dan para pendidik hendaknya memanfaatkan kenyataan ini pada diri anak-anak yang berada pada masa pubertas, sehingga mereka memenuhi waktu-waktu senggang dengan berbagai aktifitas yang menyehatkan badan, memperkuat otot dan organ-organ tubuh mereka, serta meningkatkan daya imajinasi mereka. 


Dengan kata lain, aktifitas anak harus meliputi:

  • a. Jasmani, 
  • b. Aqli, 
  • c. Rohani. 
Inilah sebagian dari problematika keluarga yang mengemuka di masyarakat kita. Dan tida ada solusi yang paling tepat terhadap problematika tersebut kecuali kembali kepada Islam dengan manifestasi ajarannya.

Sebenarnya masih banyak lagi problematika keluarga yang harus diperhatikan dan memerlukan solusi yang cepat dan tepat, antara lain:
  • Perlakuan orang tua terhadap anak yang tidak baik. 
  • Teman pergaulan yang tidak shaleh 
  • Menonton film sadis dan porno. 
  • Orang tua yang tidak peduli terhadap pendidikan anak dan sebagainya. 
Semoga tulisan ini menambah wawasan dan kesadaran kita untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga sesuai dengan ajaran Allah SWT.

0 comments:

Post a Comment