AD ART NU Terbaru 2017 Lengkap (Anggaran Dasar Rumah Tangga Nahdlatul Ulama) Part 1

Advertisement
ANGGARAN DASAR ANGGARAN RUMAH TANGGA
NAHDLATUL ULAMA
HASIL KEPUTUSAN MUKTAMAR
KE-33 NU

Jombang, Jawa Timur
1-5 Agustus 2015 M
16-20 Syawal 1036 H

Disclaimer:
  • AD ART NU ini adalah hasil dari Muktamar NU Ke-33 di Jombang-Jawa Timur Pada Agustus 2015.
  • Hingga saat ini/saat Anda membaca ini, AD ART NU ini merupakan yang paling baru dan berlaku saat ini.
  • Jika dikemudian hari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merevisi/mengeluarkan AD ART selanjutnya, maka informasi akan segera admin update dan informasikan di halaman ini.
  • Isi yang termuat di halaman ini, sama persis dengan apa yang dikeluarkan oleh PBNU, dan Infojempol menyajikannya dalam beberapa halaman yang terpisah.
  • Infojempol hanya bersifat meneruskan informasi/menyajikan ulang dalam format yang lebih mudah di baca secara langsung melalui web browser.
pict :ad art nu
Copyright ©2015
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
xviii + 186 hlm
10,5 x 14,8 cm

Penerbit:
Lembaga Ta’lif wan Nasyr PBNU
Jl. Kramat Raya 164, Jakarta Pusat 10430
Telp. (021) 3914013
Fax. (021) 3914014
Email: ltn@nu.or.id
Website: http://www.nu.or.id
Cetakan II : November 2015

DAFTAR ISI

  1. Pengantar Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama
  2. Sambutan Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
  3. Sambutan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
  4. Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama
  5. Mukaddimah Al-Qaanunil Asaasy 
  6. BAB I : Nama, Kedudukan dan Status
  7. BAB II : Pedoman, Aqidah dan Asas
  8. BAB III : Lambang
  9. BAB IV : Tujuan dan Usaha.
  10. BAB V : Keanggotaan, Hak dan Kewajiban
  11. BAB VI : Struktur dan Perangkat Organisasi
  12. BAB VII : Kepengurusan dan Masa Khidmat
  13. BAB VIII : Tugas dan Wewenang
  14. BAB IX : Permusyawaratan
  15. BAB X : Rapat-Rapat
  16. BAB XI : Keuangan dan Kekayaan
  17. BAB XII : Perubahan
  18. BAB XIII : Pembubaran Organisasi
  19. BAB XIV : Penutup
  20. ART NU (Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama)
  21. BAB I  : Keanggotaan
  22. BAB II : Tatacara Penerimaan dan Pemberhentian Keanggotaan
  23. BAB III  : Kewajiban dan Hak Anggota
  24. BAB IV  : Tingkatan Kepengurusan
  25. BAB V  : Perangkat Organisasi
  26. BAB VI  : Susunan Pengurus Besar
  27. BAB VII  : Susunan Pengurus Wilayah
  28. BAB VIII  : Susunan Pengurus Cabang dan Pengurus Cabang Istimewa
  29. BAB IX  : Susunan Pengurus Majelis Wakil Cabang
  30. BAB X  : Susunan Pengurus Ranting
  31. BAB XI  : Susunan Pengurus Anak Ranting
  32. BAB XII  : Susunan Pengurus Badan Otonom
  33. BAB XIII  : Syarat Menjadi Pengurus
  34. BAB XIV  : Pemilihan dan Penetapan Pengurus
  35. BAB XV  : Pengisian Jabatan Antar Waktu
  36. BAB XVI  : Rangkap Jabatan
  37. BAB XVII  : Pengesahan dan Pembekuan Pengurus
  38. BAB XVIII  : Wewenang dan Tugas Pengurus
  39. BAB XIX  : Kewajiban dan Hak Pengurus
  40. BAB XX  : Permusyawaratan Tingkat Nasional
  41. BAB XXI  : Permusyawaratan Tlngkat Daerah
  42. BAB XXII  : Permusyawaratan Badan Otonom
  43. BAB XXIII  : Rapat-Rapat
  44. BAB XXIV  : Keuangan dan Kekayaan
  45. BAB XXV  : Laporan Pertanggungjawaban
  46. BAB XXVI  : Ketentuan Penutup
  47. LAMPIRAN
  48. Khittah Nahdlatul Ulama
  49. Susunan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Masa Khidmat 2015-2020
--------------------------------
Pengantar
Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحَْٰنِ الرَّحِيمِ

Alhamdulillah, buku Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hasil Mukatamar ke-33 tahun 2015 telah dapat diterbitkan. Buku ini, diharapkan menjadi rujukan bagi Pengurus NU di seluruh tingkatan, kader, anggota dan masyarakat luas untuk memahami dan
mengamalkan pijakan dasar organisasi ini. Lembaga Ta`lif wan Nasyr, sebagai lembaga yang bertugas antara lain mempublikasikan kebijakankebijakan organisisi berkewajiban menerbitkan buku AD/ART ini untuk kepentingan tersebut.

Buku AD/ART ini adalah bagian dari Hasil- Hasil Muktamar ke-33 Nahdlatul  lama, dimana selain AD/ART yang dibahas dan diputuskan
oleh Komisi Organsiasi, juga dihasilkan Program, Keputusan Bahtsul Masail, dan Rekomendasi.

Semuanya mencerminkan semangat, cita-cita dan iv Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga NU arah perjuangan Nahdlatul Ulama yang dilandasi
oleh pemikiran (fikrah) dan gerakan (harakah) sebagai organsiasi yang mengusung faham Islam Ahlussunnah wal Jama`ah an-Nahdliyyah. Semoga penerbitan buku AD/ART ini membawa manfaat untuk mendorong semangat
berkhidmat bagi Nahdlatul Ulama bagi pencapaian cita-cita jam`iyyah untuk kemaslahatan anggota, organisasi, dan utamanya untuk agama, masyarakat dan bangsa.

Jakarta, 8 Muharram 1437 H
22 Oktober 2015 M
Penerbit
LTN-NU
-----------------------------------------


Sambutan
Rais ‘Aam
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
Pict :Dr. KH. Ma’ruf Amin

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحَْٰنِ الرَّحِيمِ
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT atas berkat dan karunia-Nya sehingga
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dapat menerbitkan buku AD/ART, yang merupakan keputusan tertinggi organisasi, dalam bentuk buku yang ada di hadapan pembaca. Shalawat dan salam tercurahkan kepada Nabi Besar
Muhammad SAW, pembawa risalah Islamiyyah.

Penerbitan buku ini saya anggap bisa menjadi salah satu langkah menginformasikan sekaligus sosialisasi kepada pengurus, warga
Nahdliyin maupun masyarakat lainnya tentang ke-NU-an dan aturan-aturan yang menjadi guidance dalam organisasi Nahdlatul Ulama.

Himpunan hasil Muktamar Nahdlatul Ulama yang dihasilkan dari Muktamar ke-33 tahun 2015 di Jombang Jawa Timur ini merupakan hasil jerih payah dan perasan keringat intelektual para ulama dan pengurus NU baik pusat maupun
daerah. Walaupun memang hasil Muktamar tersebut tidak hanya AD/ART ini saja, tapi masih banyak lagi hasil-hasil keputusan lainnya dari berbagai komisi di Muktamar, misalnya bahtsul masail diniyah, dan lainnya.

Sebagai organisasi sosial keagamaaan, AD/ ART NU tentulah mengarah kepada harakah ishlahiyyah (gerakan perbaikan) karena NU sendiri merupakan jam’iyyah ishlahiyyah (organisasi perbaikan). Gerakan perbaikan tersebut meliputi langkah taqwiyatul ummah (penguatan umat) secara tawassuthiy (moderat), tathawwuriy (dinamis) dan manhajiy (metodologis). Dan langkah himayatul ummah (melindungi dan menjaga ummat) secara layyin (halus), tathawwu’ (sukarela) dan tawaddud-tarahum (cinta kasih).

Dengan terbitnya buku AD/ART ini, atas nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, viii Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga NU terkhusus kepada tim perumus dan Lembaga
Ta’lif wan Nasyr PBNU yang sudah memprakarsai upaya baik ini. Semoga bermanfaat.

Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamith Thoriq
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jakarta, 24 Muharram 1437 H
6 November 2015 M

Rais ’Aam
Ttd
Dr. KH. Ma’ruf Amin
-----------------------------------

Sambutan

Ketua Umum
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
Pict :Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحَْٰنِ الرَّحِيمِ
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah, Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama telah selesai digelar. Muktamar yang diselenggarakan di tanah pusara para pendiri NU, tanah Jombang, pada 1-5 Agustus 2015, menjadi momentum bersejarah. Muktamar ini, tidak sekedar menjadi momentum menziarahi pusara para ulama, namun juga menggali kembali gagasan-gagasan utama tentang organisasi yang mengusung faham Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

Menggali gagasan-gagasan para Kiai, sekaligus juga mencari teladan dengan konteks yang lebih segar dan sesuai dengan tantangan masa kini. Pemikiran-pemikiran Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari, Kiai Wahab Chasbullah, Kiai Bisri Syansuri, Kiai Wahid Hasyim dan Kiai Abdurrahman Wahid menjadi mutiara di
antara pemikiran-pemikiran ulama Nusantara. Muktamar NU di Jombang, juga menghadirkan gagasan-gagasan yang lebih segar, terutama untuk masa depan organisasi.

Secara fundamental, apa yang menjadi sistem regenerasi pemimpin sudah dirumuskan secara tepat. Selama ini, kepemimpinan Kiai merupakan model kepemimpinan berbasis akhlak dan uswah (keteladanan). Sistem regenerasi
pemimpin, dengan sistem Ahlul Halli wal ‘Aqdi merupakan langkah penting bagi
Nahdlatul Ulama, untuk menciptakan model regenerasi pemimpin yang jernih dan matang, dalam hal ini sesuai dengan standar pemimpin ideal di jajaran Syuriah. Demikianlah, meskipun dengan proses yang demikian alot dan dukungan dari berbagai Kiai, akhirnya sistem Ahlul Halli wal ’Aqdi menjadi bagian penting bagi sistem kepemimpinan Nahdlatul Ulama di masa depan.

Selain itu, Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama juga menghasilkan rumusan-rumusan strategis, baik itu dalam bahtsul masail, sistem organisasi dan pelbagai rekomendasi untuk perbaikan Nahdlatul Ulama, serta bangsa
Indonesia. Tentu saja, apa yang menjadi musyaxii Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga NU warah dan dialog dalam Muktamar, tidak hanya dimaksudkan untuk warga Nahdliyyin dan organisasi (jam’iyyah), namun juga menjadi pemikiran bagi kemaslahatan bangsa Indonesia. Ini membuktikan, Nahdlatul Ulama sejak awal didirikan jelas untuk mengukuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Demikianlah, penerbitan buku AD/ART ini menjadi langkah penting dari Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) yang menjadi representasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, dalam bidang penerbitan dan sosialisasi nilai-nilai Aswaja
di lintas media. Semoga, buku ini membawa manfaat yang besar dan kemaslahatan yang luas, tidak hanya bagi warga Nahdliyin, namun juga
warga muslim Indonesia dan dunia.

Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamith Thoriq
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jakarta, 23 Muharram 1437 H
5 November 2015 M

Ketua Umum
Ttd
Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, MA
--------------------------------------------

MUKADDIMAH AL-QAANUNIL ASAASY

Untuk membaca MUKADDIMAH AL-QAANUNIL ASAASY silahkan klik link yang sudah Infojempol berikan dibawah. Kami sengaja memisahkan halamannya karena isi dari mukaddimah ini yang cukup banyak.

Kami menyajikannya lengkap tulisan Arab dan hasil terjemahannya.
Ini link nya, silahkan dibuka:
--------------------------

ANGGARAN DASAR
NAHDLATUL ULMA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحَْنِ الرَّحِيمِ
BAB I
NAMA, KEDUDUKAN DAN STATUS

Pasal 1
  • (1) Perkumpulan/Jam’iyah ini bernama NahdlatulUlama disingkat NU.
  • (2) Nahdlatul Ulama didirikan oleh ulama pondok pesantren di Surabaya pada tanggal 16 Rajab 1344 H bertepatan dengan tanggal 31 Januari 1926 M untuk waktu yang tak terbatas.
Pasal 2

Nahdlatul Ulama berkedudukan di Jakarta, Ibukota Negara Republik Indonesia yang merupakan tempat kedudukan Pengurus Besarnya.

Pasal 3
  • (1) Nahdlatul Ulama sebagai Badan Hukum Perkumpulan bergerak dalam bidang keagamaan, pendidikan, dan sosial.
  • (2) Nahdlatul Ulama memiliki hak-hak secara hukum sebagai Badan Hukum Perkumpulan termasuk di dalamnya hak atas tanah dan aset-aset lainnya.
BAB II
PEDOMAN, AQIDAH DAN ASAS

Pasal 4

Nahdlatul Ulama berpedoman kepada Al- Qur’an, As-Sunnah, Al-Ijma’, dan Al-Qiyas.

Pasal 5

Nahdlatul Ulama beraqidah Islam menurut faham Ahlusunnah wal Jama’ah dalam bidang aqidah mengikuti madzhab Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur al-Maturidi; dalam bidang fiqh mengikuti salah satu dari Madzhab Empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali); dan dalam bidang tasawuf mengikuti madzhab Imam al-Junaid al-Bagdadi dan Abu Hamid al-Ghazali.

Pasal 6

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, Nahdlatul Ulama berasas kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

BAB III
LAMBANG

Pasal 7

Lambang Nahdlatul Ulama berupa gambar bola dunia yang dilingkari tali tersimpul, dikitari oleh 9 (sembilan) bintang, 5 (lima) bintang terletak melingkari di atas garis khatulistiwa yang terbesar di antaranya terletak di tengah atas, sedang 4 (empat) bintang lainnya terletak melingkar di bawah garis khatulistiwa, dengan tulisan NAHDLATUL ULAMA dalam huruf Arab yang melintang dari sebelah kanan bola dunia ke sebelah kiri, dan ada huruf “N” di bawah kiri dan “U” di bawah kanan, semua terlukis dengan warna putih di atas dasar hijau.

BAB IV
TUJUAN DAN USAHA

Pasal 8
  • (1) Nahdlatul Ulama adalah perkumpulan / jam’iyyah diniyyah islamiyyah ijtima’iyyah (organisasi sosial keagamaan Islam) untuk menciptakan kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa, dan ketinggian harkat dan martabat manusia.
  • (2) Tujuan Nahdlatul Ulama adalah berlakunya ajaran Islam yang menganut faham Ahlusunnah wal Jama’ah untuk terwujudnya tatanan masyarakat yang berkeadilan demi kemaslahatan, kesejahteraan umat dan demi terciptanya rahmat bagi semesta.
Pasal 9

Untuk mewujudkan tujuan sebagaimana Pasal 8 di atas, maka Nahdlatul Ulama melaksanakan usaha-usaha sebagai berikut:
  • a. Di bidang agama, mengupayakan terlaksananya ajaran Islam yang menganut faham Ahlusunnah wal Jama’ah.
  • b. Di bidang pendidikan, pengajaran dan kebudayaan mengupayakan terwujudnya penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran serta pengembangan kebudayaan yang sesuai dengan ajaran Islam untuk membina umat agar menjadi muslim yang takwa, berbudi luhur, berpengetahuan luas dan terampil, serta berguna bagi agama, bangsa dan negara.
  • c. Di bidang sosial, mengupayakan dan mendorong pemberdayaan di bidang kesehatan, kemaslahatan dan ketahanan keluarga, dan pendampingan masyarakat yang terpinggirkan (mustadl’afin).
  • d. Di bidang ekonomi, mengupayakan peningkatan pendapatan masyarakat dan lapangan kerja/usaha untuk kemakmuran yang merata.
  • e. Mengembangkan usaha-usaha lain melalui kerjasama dengan pihak dalam maupun luar negeri yang bermanfaat bagi masyarakat banyak guna terwujudnya Khairu Ummah.
BAB V
KEANGGOTAAN, HAK DAN KEWAJIBAN

Pasal 10
  • (1) Keanggotaan Nahdlatul Ulama terdiri dari anggota biasa, anggota luar biasa, dan anggota kehormatan.
  • (2) Ketentuan untuk menjadi anggota dan pemberhentian keanggotaan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
Pasal 11

Ketentuan mengenai hak dan kewajiban anggota serta lain-lainnya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB VI
STRUKTUR DAN PERANGKAT ORGANISASI

Pasal 12

Struktur Organisasi Nahdlatul Ulama terdiri dari:
  1. Pengurus Besar.
  2. Pengurus Wilayah.
  3. Pengurus Cabang/Pengurus Cabang Istimewa.
  4. Pengurus Majelis Wakil Cabang.
  5. Pengurus Ranting.
  6. Pengurus Anak Ranting.
Pasal 13

Untuk melaksanakan tujuan dan usaha-usaha sebagaimana dimaksud Pasal 8 dan 9, Nahdlatul UIama membentuk perangkat organisasi yang meliputi: Lembaga, Badan Khusus dan Badan Otonom yang merupakan bagian tak terpisahkan dari kesatuan organisasi Jam’iyah Nahdlatul Ulama.

BAB VII
KEPENGURUSAN DAN MASA KHIDMAT

Pasal 14
  • (1) Kepengurusan Nahdlatul Ulama terdiri dari Mustasyar, Syuriyah dan  Tanfidziyah.
  • (2) Mustasyar adalah penasehat yang terdapat di Pengurus Besar, Pengurus Wilayah, Pengurus Cabang/ Pengurus Cabang Istimewa, dan pengurus Majelis Wakil Cabang.
  • (3) Syuriyah adalah pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama.
  • (4) Tanfidziyah adalah pelaksana.
  • (5) Ketentuan mengenai susunan dan komposisi kepengurusan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
Pasal 15
  • (1) Pengurus Besar Nadhlatul Ulama terdiri dari:
    • a. Mustasyar Pengurus Besar.
    • b. Pengurus Besar Harian Syuriyah.
    • c. Pengurus Besar Lengkap Syuriyah.
    • d. Pengurus Besar Harian Tanfidziyah.
    • e. Pengurus Besar Lengkap Tanfidziyah.
    • f. Pengurus Besar Pleno.
  • (2) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama terdiri dari :
    • a. Mustasyar Pengurus Wilayah.
    • b. Pengurus Wilayah Harian Syuriyah.
    • c. Pengurus Wilayah Lengkap Syuriyah.
    • d. Pengurus Wilayah Harian Tanfidziyah.
    • e. Pengurus Wilayah Lengkap Tanfidziyah.
    • f. Pengurus Wilayah Pleno.
  • (3) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama terdiri dari :
    • a. Mustasyar Pengurus Cabang.
    • b. Pengurus Cabang Harian Syuriyah.
    • c. Pengurus Cabang Lengkap Syuriyah.
    • d. Pengurus Cabang Harian Tanfidziyah.
    • e. Pengurus Cabang Lengkap Tanfidziyah.
    • f. Pengurus Cabang Pleno.
  • (4) Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama terdiri dari:
    • a. Mustasyar Pengurus Cabang.
    • b. Pengurus Cabang Harian Syuriyah.
    • c. Pengurus Cabang Lengkap Syuriyah.
    • d. Pengurus Cabang Harian Tanfidziyah.
    • e. Pengurus Cabang Lengkap Tanfidziyah.
    • f. Pengurus Cabang Pleno.
  • (5) Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama terdiri atas:
    • a. Mustasyar Pengurus Majelis Wakil Cabang.
    • b. Pengurus Majelis Wakil Cabang Harian Syuriyah.
    • c. Pengurus Majelis Wakil Cabang Lengkap Syuriyah.
    • d. Pengurus Majelis Wakil Cabang Harian Tanfidziyah.
    • e. Pengurus Majelis Wakil Cabang Lengkap Tanfidziyah.
    • f. Pengurus Majelis Wakil Cabang Pleno.
  • (6) Pengurus Ranting Nadhlatul Ulama terdiri atas:
    • a. Pengurus Ranting Harian Syuriyah.
    • b. Pengurus Ranting Lengkap Syuriyah.
    • c Pengurus Ranting Harian Tanfidziyah.
    • d. Pengurus Ranting Lengkap Tanfidziyah.
    • e. Pengurus Ranting Pleno.
  • (7) Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama terdiri dari:
    • a. Pengurus Anak Ranting Harian Syuriyah.
    • b. Pengurus Anak Ranting Lengkap Syuriyah.
    • c. Pengurus Anak Ranting Harian Tanfidziyah.
    • d. Pengurus Anak Ranting Lengkap Tanfidziyah.
    • e. Pengurus Anak Ranting Pleno.
  • (8) Ketentuan mengenai susunan dan komposisi pengurus diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
Pasal 16
  • (1) Masa Khidmat Kepengurusan sebagaimana dimaksud pada Pasal 14 adalah lima tahun dalam satu periode di semua tingkatan, kecuali Pengurus Cabang Istimewa selama 2 (dua) tahun.
  • (2) Masa jabatan pengurus Lembaga dan Badan Khusus disesuaikan dengan masa jabatan Pengurus Nahdlatul Ulama di tingkat masing-masing.
  • (3) Masa Khidmat Ketua Umum Pengurus Badan Otonom adalah 2 (dua) periode, kecuali Ketua Umum Pengurus Badan Otonom yang berbasis usia adalah 1 (satu) periode.
BAB VIII
TUGAS DAN WEWENANG

Pasal 17

Mustasyar bertugas dan berwenang memberikan nasehat kepada Pengurus Nahdlatul Ulama menurut tingkatannya baik diminta ataupun tidak.

Pasal 18

Syuriyah bertugas dan berwenang membina dan mengawasi pelaksanaan keputusan-keputusan organisasi sesuai tingkatannya.

Pasal 19

Tanfidziyah mempunyai tugas dan wewenang menjalankan pelaksanaan keputusan-keputusan organisasi sesuai tingkatannya.

Pasal 20

Ketentuan tentang rincian wewenang dan tugas sesuai pasal 17, 18 dan 19 diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB IX
PERMUSYAWARATAN

Pasal 21
  • (1) Permusyawaratan adalah suatu pertemuan yang dapat membuat keputusan dan ketetapan organisasi yang diikuti oleh struktur organisasi di bawahnya.
  • (2) Permusyawaratan di lingkungan Nahdlatul Ulama meliputi Permusyawaratan Tingkat Nasional dan Permusyawaratan Tingkat Daerah.
Pasal 22

Permusyawaratan tingkat nasional yang dimaksud pada pasal 21 terdiri dari:
  • a. Muktamar
  • b. Muktamar Luar Biasa
  • c. Musyawarah Nasional Alim Ulama
  • d. Konferensi Besar
Pasal 23

Permusyawaratan tingkat daerah yang dimaksud pada pasal 21 terdiri:
  • a. Konferensi Wilayah
  • b. Musyawarah Kerja Wilayah
  • c. Konferensi Cabang/Konferensi Cabang Instimewa
  • d. Musyawarah Kerja Cabang/Musyawarah Kerja Cabang Istimewa
  • e. Konferensi Majelis Wakil Cabang
  • f. Musyawarah Kerja Majelis Wakil Cabang
  • g. Musyawarah Ranting
  • h. Musyawarah Kerja Ranting
  • i. Musyawarah Anak Ranting
  • j. Musyawarah Kerja Anak Ranting
Pasal 24
  • (1) Permusyaratan di lingkungan Badan Otonom Nahdlatul Ulama meliputi permusyawaratan Tingkat Nasional dan Tingkat Daerah.
  • (2) Permusyawaratan sebagaimana dimaksud pada ayat 1 (satu) pasal ini terdiri dari:
    • a. Kongres
    • b. Rapat Kerja
  • (3) Permusyawaratan Badan Otonom merujuk kepada dan tidak boleh bertentangan dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Peraturan-Peraturan Organisasi Nahdlatul Ulama dan Peraturan-Peraturan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.
  • (4) Badan Otonom harus meratifikasi hasil permusyawaratan Nahdlatul Ulama.
Pasal 25

Ketentuan lebih lanjut mengenai permusyawaratan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB X
RAPAT-RAPAT

Pasal 26

Rapat adalah suatu pertemuan yang dapat membuat keputusan dan ketetapan organisasi yang dilakukan di masing-masing tingkat kepengurusan.

Pasal 27

Rapat-rapat di lingkungan Nahdlatul Ulama terdiri dari:
  • a. Rapat Kerja.
  • b. Rapat Pleno.
  • c. Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah.
  • d. Rapat Harian Syuriyah.
  • e. Rapat Harian Tanfidziyah.
  • f. Rapat-rapat lain yang dianggap perlu.
Pasal 28

Ketentuan lebih lanjut tentang rapat-rapat sebagaimana tersebut pada pasal 27 akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB XI
KEUANGAN DAN KEKAYAAN

Pasal 29
  • (1) Keuangan Nahdlatul Ulama digali dari sumber-sumber dana di lingkungan Nahdlatul Ulama, umat Islam, maupun sumber-sumber lain yang halal dan tidak mengikat.
  • (2) Sumber dana Nahdlatul Ulama diperoleh dari:
    • a. Uang pangkal.
    • b. Uang I’anah Syahriyah
    • c. Sumbangan
    • d. Usaha-usaha lain yang halal.
  • (3) Ketentuan penerimaan dan pemanfaatan keuangan yang termaktub dalam ayat 1 (satu) dan ayat 2 (dua) pasal ini diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga.
Pasal 30

Kekayaan organisasi adalah inventaris dan aset organisasi yang berupa harta benda bergerak dan/atau harta benda tidak bergerak yang dimiliki/ dikuasai oleh Organisasi/Perkumpulan Nahdlatul Ulama.

BAB XII
PERUBAHAN

Pasal 31
  • (1) Anggaran Dasar ini hanya dapat diubah oleh Keputusan Muktamar yang sah yang dihadiri sedikitnya dua pertiga dari jumlah pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang/Pengurus Cabang Istimewa yang sah dan sedikitnya disetujui oleh dua pertiga dari jumlah suara yang sah.
  • (2) Dalam hal Muktamar yang dimaksud ayat 1 (satu) pasal ini tidak dapat diadakan karena tidak tercapai quorum, maka ditunda selambat-lambatnya 1 (satu) bulan dan selanjutnya dengan memenuhi syarat dan ketentuan yang sama Muktamar dapat dimulai dan dapat mengambil keputusan yang sah.
BAB XIII
PEMBUBARAN ORGANISASI

Pasal 32
  • (1) Pembubaran Perkumpulan/Jam’iyah Nahdlatul Ulama sebagai suatu organisasi hanya dapat dilakukan apabila mendapat persetujuan dari seluruh anggota dan pengurus di semua tingkatan.
  • (2) Apabila Nahdlatul Ulama dibubarkan, maka segala kekayaannya diserahkan kepada organisasi atau badan amal yang sepaham dengan persetujuan dari seluruh anggota dan pengurus di semua tingkatan.
BAB XIV
PENUTUP

Pasal 33

Naskah “Khittah Nahdlatul Ulama” merupakan bagian tak terpisahkan dari Anggaran Dasar ini.

ANGGARAN RUMAH TANGGA
NAHDLATUL ULAMA

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحَْنِ الرَّحِيمِ
BAB I
KEANGGOTAAN

Pasal 1



Keanggotaan Nahdlatul Ulama terdiri dari:

Bersambung ...

Untuk membaca halaman selanjutnya, silahkan klik link dibawah ini:
AD ART NU Terbaru 2017 (Anggaran Dasar Rumah Tangga Nahdlatul Ulama) Part 2
Advertisement
AD ART NU Terbaru 2017 Lengkap (Anggaran Dasar Rumah Tangga Nahdlatul Ulama) Part 1