Home » , » Pengertian dan Manfaat Uzlah Serta Cara Melakukannya

Pengertian dan Manfaat Uzlah Serta Cara Melakukannya

pict: https://i.ytimg com
Secara etimologi Uzlah berarti menghindar dari sesuatu, sedangkan secara terminologi Uzlah adalah membebaskan diri dari masyarakat dengan cara menghindarkan diri berhubungan dengan mereka.

Uzlah ada dua macam, pertama Uzlah Jasmani, yakni menjauh dari pergaulan manusia. Dan kedua adalah Uzlah Kalbu, yaitu menjauhkan hati dari selain Allah, sehingga hati hanya terisi oleh Allah semata.

Uzlah dengan model yang pertama yaitu mengasingkan diri secara total dari masyarakat dengan berbagai modifikasi dan waktu yang dipilih dan kesibukan seseorang menjalankan rutinitas kesehariannya.

Sedangkan model yang kedua yaitu Uzlah sambil tetap melaksanakan segala aktivitas sosialnya dengan senantiasa memelihara hati agar tidak terdistorsi oleh hal hal yang negatif di tengah kesibukannya melaksanakan tanggung jawab sosial. Model yang kedua ini dilakukan oleh mereka yang tak gampang tergoda oleh urusan dunia.

Biasanya perjalanan Uzlah ini dilakukan dibawah bimbingan seorang mursyid/guru, yang dapat memandu mengendalikan hawa nafsu dan membersihkan hati.

Yang lain juga baca : 
Ciri-ciri perempuan berbudi pekerti luhur
Manfaat dan faedah Uzlah diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Tersedianya waktu beribadah, bertafakur, dan merasakan keintiman bermunajat kepada Allah SWT.
  2. Terbebasnya diri dari ghibah, riya dan akhlak yang tercela
  3. Terbebas dari fitnah, permusuhan antar muslim dan fanatisme golongan
  4. Terbebas dari kejahatan manusia
  5. Terbebas dari menyaksikan orang-orang yang berakhlak rendah dan kurang akal. Uzlah merupakan proses kematangan diri untuk berkontempelasi dalam memikirkan semua hal positif yang sangat bermanfaat untuk kehidupan, baik secara pribadi atau masyarakat.
Berikut adalah sebagian kecil cara/langkah-langkah dalam melaksanakan Uzlah
  1. duduk sendirian didalam kamar kosong, menghadap kiblat, kaki bersila dan tangan diletakkan diatas paha. Terlebih dahulu harus melakukan mandi besar dengan niat Uzlah memohon bimbingan dan petunjuk Allah SWT. Kepasrahannya seperti mayat yang sedang dimandikan.
  2. selalu dijaga dalam keadaan suci (berwudhu), agar setan tidak dapat menggodanya. Karena kesucian wudhu adalah perisai orang beriman.
  3. selalu berdzikir mengucapkan "La Ila Ha Illallah"
  4. selalu menolak bisikan-bisikan jiwa, misalnya khawatir. Pikiran apapun yang menghinggapi, yang baik atau yang buruk, hendaknya diucapkan dengan kalimat "La Ila Ha Illallah", seakan-akan orang yang mengucapkannya mengatakan "aku tidak menginginkan apapun kecuali Allah SWT."
  5. diupayakan selalu berpuasa, puasa ini sangat efektif untuk menghilangkan sifat-sifat kebinatangan pada diri manusia.
  6. selalu diam. Tidak ngantuk atau tidur, namun selalu menggerakkan lidahnya untuk berdzikir.
  7. mengkonsentrasikan hati. Hal ini sangat membantu terbukanya hijab, sehingga ia dapat melihat dunia diluar dunia inderawi dan Rahmat Allah SWT yang tercurahkan kedalam hatinya
  8. meninggalkan semua bentuk permintaan kepada Allah SWT. Sikap ini sebagai bukti rasa terpuaskan apa yang telah dianugerahkan oleh Sang Terkasih kepada sang pedzikir, baik itu berupa kebahagiaan ruhuniah, suka atau duka, sakit atau sehat, kesempitan atau kesempatan.
Demikian artikel kali ini yang kami kutip dari sebuah buku berjudul Tasawuf dan Etos Kerja yang ditulis oleh KH Mustaghfirin Amin. Semoga cuplikan ini memberikan manfaat. Amin.

0 comments:

Post a Comment