Home » , » Pembagian Hadits/Sunnah Menurut Jumlah Sanadnya

Pembagian Hadits/Sunnah Menurut Jumlah Sanadnya

hadits infojempol.com
Dari segi jumlah perawi atau jumlah sanadnya, Jumhur ulama' membagi Hadits/Sunnah menjadi 2 (dua) macam, yaitu Hadits Nutawatir dan Hadits Ahad. Disamping itu adapula yang membagi menjadi tiga atau bahkan empat macam, yaitu Hadits Mutawatir, Hadits Masyur, Hadits Mustafidz dan Hadits Ahad.

Sepintas kalau kita melihat pembagian diatas, terdapat beberapa perbedaan satu dengan yang lainnya, namun sebenarnya sama, hanya disatu pihak menyebutkan bahwa segala hadits yang tidak sampai ketingkatan Mutawatir disebut Hadits Ahad, tanpa membagi-bagi menjadi beberapa tingkatan lagi. Tetapi ada pula yang masih berusaha membagi berdasarkan perbedaan jumlah rawi dari yang diriwayatkan seorang perawi, dua orang perawi, tiga orang perawi dan seterusnya, masing-masing diberi nama sendiri yang pada hakikatnya semua itu tergolong pada hadits Ahad, sepanjang belum sampai ketingkatan Mutawatir

1. Hadits Mutawatir
           Dari segi Bahasa, Mutawatir artinya sesuatu yang datang secara beriringan, tanpa diselangi antara satu sama lain.
Mungkin anda juga ingin membaca artikel tentang perbedaan pandangan qadha dan qodar menurut jabariyah, qadariyah dan ahlussunnah
Sedangkan pengertian Hadits Mutawatir menurut istilah ialah Hadist tentang sesuatu yang dapat ditangkap dengan panca indra, yang disampaikan oleh sejumlah besar rawi menurut kebiasaan mustakhil berkumpul dan bersepakat
  • Hadits Mutawakil dapat dibagi menjadi beberapa macam yaitu:
    • Mutawatir Lafdhi, yaitu hadits mutawatir  dengan redaksi lafadznya sama dan maknanya juga sama. Misal hadits riwayat Bukhori dan yang lainnya, yang artinya : "Siapa yang sengaja berdusta terhadapku (Nabi SAW), maka hendaklah ia menduduki tempat di neraka".
    • Mutawatir Ma'nawi,  yaitu hadits Mutawatir yang makna umumnya sama walaupun berbeda redaksi lafadznya. Misalnya hadits-hadits tentang mengangkat tangan waktu berdoa minta hujan, yakni mengangkat kedua tangan Beliau hingga selesai berdoa
    • Mutawatir Amali, yaitu hadits Mutawatir yang menyangkut perbuatan Rosulullah SAW. yang disaksikan dan ditiru oleh orang banyak, kemudian dicontoh dan dilakukan tanpa perbedaan oleh orang banyak pada generasi-generasi berikutnya. Contoh adalah hadits-hadits tentang shalat, tentang waktu shalat fardhu, jumlah rakaatnya, salat jenazah, shalat ied dan kadar zakat harta.
2. Hadits Ahad
              Hadits Ahad menurut bahasa adalah hadits satu-satu. Pengertian hadits Ahad menurut istilah ialah hadits yang perawinya tidak mencapai jumlah rawi hadits mutawatir, bik rawinya itu satu, dua, tiga empat atau seterusnya, tetapi jumlahnya tidak memberi pengertian bahwa hadits dengan jumlah rawi tersebut masuk dalam kelompok hadits mutawatir
Singkatnya Hadits Ahad ialah hadits yang tidak mencapai tingkat mutawatir.

Terimakasih atas kunjungannya ke blog ini. semoga sedikit artikel diatas dapat memberi tambahan pengetahuan bagi para pembaca.
Referensi: Buku Konsepsi Aswaja Dalam Bidang Aqidah

Artikel lainnya dengan topik agama antara lain: 9 fungsi masjid yang wajib anda ketahui

0 comments:

Post a Comment