Home » , » Bagaimana Cara Menjernihkan Air Tanpa Zat Kimia?

Bagaimana Cara Menjernihkan Air Tanpa Zat Kimia?

Hai sobat, kali ini info jempol akan membagikan tentang cara menjernihkan air tanpa zat kimia, walaupun pada artikel ini juga akan dibahas tentang cara penjernihan air menggunakan zat kimia. Jadi sobat bisa memilih mana yang paling mudah untuk sobat lakukan. kedua cara tersebut masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
cara menjernihkan air
Setiap orang pasti membutuhkan air bersih. Air untuk mandi, mencuci atau memasak tidak boleh kotor apalagi tercemar limbah industri karena hal itu dapat mengakibatkan bahaya bagi kesehatan tubuh terlebih lebih terhadap mata dan kulit yang terkena secara langsung. Air kotor yang tergenangpun dapat mengandung daur hidup nyamuk sehingga genangan – genangan tersebut perlu dihindari.

Ciri – ciri Air Bersih

Secara fisik air bersih haruslah bersih, tidak berwarna, tawar, tidak berbau, temperatur normal dan tidak mengandung zat padatan. Secara kimiawi kualitas air baik bila memiliki keasaman (pH) netral serta tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3), ion – ion logam dan bahan organik. Sedangkan dari segi bilogis, air sebaiknya tidak mengandung bakteri penyebab penyakit (patogen) dan bakteri nonpatogen.
baca juga:Ciri-ciri perempuan berbudi pekerti luhur secara universal
Media Penyaring :
Oke sobat, sebelum kita membahas tentang cara penjernihan air, ada baiknaya kita mempersiapkan dahulu perlengkapan-perlengkapan yang akan kita gunakan untuk menjernihkan air. dan dibawah ini perlengkapannya adalah untuk dua cara, yaitu dengan dan tanpa zat kimia. 
  • Pasir digunakan untuk menyaring padatan. Ukuran pasir yang dipakai biasanya 0,2 – 0,8 mm. Jika sudah jenuh, pasir harus dibersihkan.
  • Arang batok. Terbuat dari tempurung kelapa / kayu yang dibakar hingga jadi arang. Berguna untuk mengurangi warna dan bau. Ukurannya berdiameter 0,1 mm atau berbentuk bubuk. Jika air yang disaring sudah tidak jenuh lagi, arang batok harus dicuci atau diganti.
  • Kapur, tawas dan kaporit. Disebut penggumpal koagulan yang membantu menggumpalkan zat kimia pencemar menjadi endapan. Selanjutnya air disaring lagi dengan media lain.
  • Penyaring lain yang mudah didapat, adalah ijuk atau kerikil. Sedangkan media lainnya adalah zeolit, perlit dan logam tahan karat.
Menjernihkan air kotor tanpa zat kimia
Menggunakan bak untuk mengendapkan dan menyaring. Cara ini digunakan untuk sumber air terbuka. Ukuran bak tergantung dari volume air yang akan dialirkan. Air dialirkan ke bak pengendap lewat saluran bambu yang diujungnya ditaruh kawat kassa. Air kemudian dialirkan ke dalam bak penyaring melalui parit – parit yang berbelok – belok dan berbatuan untuk mendapatkan kandungan
oksigen di dalam air. Jika parit tidak memungkinkan dapat diganti dengan menggunakan saluran bambu. Bak penyaring diisi dengan media penyaring yang sudah disusun.

Selanjutnya air jernih akan mengalir melalui saluran bambu ke bak penampungan air bersih. Untuk keperluan air minum dan masak, air ini tetap harus dimasak untuk mematikan bibit penyakit.


Langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :
  1. Letakkan lumpang batu di dasar sungai dangkal yang kokoh dan tidak beraliran keras. Air sungai akan tersaring karena pori – pori lumpang batu sangat kecil. Untuk mencegah air sungai yang kotor masuk ke dalam air jernih di dalam lumpang, perlu dibuatkan tutup lumpang. Untuk menjernihkan air sungai dengan mudah, buatlah lumpang batu dari batu cadas.
  2. Bak penyaring dibuat sesuai kebutuhan. Letakkan pipa bambu yang kulit luarnya dikupas sehingga bagian dalamnya di dasar bak. Masukkan arang batok. Air kotor diharapkan tersaring pada pipa bambu dan arang batok sehingga keluarlah air bersih.
Menjernihkan Air Kotor Dengan Zat Kimia
Metode ini memerlukan 2 buah drum berukuran sama yang dilengkapi kran air. Tinggi kran air dari dasar drum 5 – 10 cm ( harus lebih tinggi dari endapan lumpur yang akan timbul ). Drum pertama sebagai bak pengendap dan drum kedua sebagai bak penyaring.
Langkah – langkah :
  1. Air kotor masuk ke bak pengendap, kemudian masuk 1 g tawas/10 liter air, 1 gr kapur/10 liter air dan 2,5 gr kaporit/10 liter air. Aduk air di dalam bak secara perlahan dan satu arah. Pengaduk dlakukan pada malam hari sehingga pada pagi hari pengendapan berlangsung dengan sempurna. Buka kran pada bak pengendapan secara perlahan agar endapan tidak terbawa pada bak penyaringan.
  2. Pada bak penyaringan susunlah media penyaringan sebagai berikut :
    1. Kerikil setinggi 5 cm pada dasar bak
    2. Arang batok setinggi 10 cm
    3. Ijuk setinggi 10 cm
    4. Pasir halus berdiameter 0,25 – 01 mm setinggi 20 cm
Air yang mengalir dari bak pengendap akan dijernihkan lagi melalui proses penyaringansehingga diharapkan air bersih akan keluar pada saat kran akan dibuka.Jika air yang keluar pada bak kedua sudah tidak jernih lagi, media penyaring perlu dicuci atau diganti dengan yang baru. Penggunaan drum sebagai pengendap dan bak penyaring dapat diganti dengan pemakaian gentong.

Demikian tip sederhana yang dapat infojempol sajikan, semoga bermanfaat.


Silahkan di share ;)

0 comments:

Post a Comment