Home » » Setahun Di Pramuka Universitas Islam Malang (Unisma), Lika Liku Suka Duka Menjadi Pramuka Pandega

Setahun Di Pramuka Universitas Islam Malang (Unisma), Lika Liku Suka Duka Menjadi Pramuka Pandega

SETAHUN DI PRAMUKA

Logo Pramuka Universitas Islam Malang (UNISMA)
Setahun sudah aku lewati masa-masa menjadi anggota gerakan pramuka. Adalah saat-saat terindah yang pernah aku alami semasa hidup di lingkungan universitas. Gejolak darah muda begitu menggebu-gebu dalam benak kalbu sanubariku. Identitas dan loyalitas, aku abdikan dalam racana, KH. Oesman Mansoer dan Ny. Khoiriyah hasyim.

Berikut ini sandi racana KH. Oesman Mansoer dan Ny. Khoiriyah hasyim.
Sandi Racana Universitas Islam Malang
Musyawarah Pandega yang disingkat MUSDEGA dilaksanakan pada hari sabtu malam minggu adalah sebagai awal dari perjalananku menjadi anggota Dewan Racana, seolah-olah bagai mimpi yang tak pernah aku impikan sebelumnya. Pada saat itulah antara senang dan beban bercampur menjadi satu dalam benakku. Rasa senang datang karena aku mendapat tantangan baru dan bisa menjadi anggota sebuah pergerakan yang aku dambakan. Dikala menjadi beban karena baru kali itu aku menjadi bagian dari anggota organisasi pergerakan. Padahal ketika itu aku belum tau sama sekali tentang dunia perorganisasian dan kepramukaan. Akan tetapi disitulah perubahan demi perubahan mulai aku dapati.

Selama tiga tahun aku berjalan dengan penuh ketidakpastian. Sering kali hati dan pikiran bertanya-tanya mau dibawa kemana diriku ini. Berkali-kali aku mencoba merubah tingkah polah dan gaya hidupku bahkan sampai pada taraf pemikiran. Berbagai tempat tinggalpun aku pernah tempati mulai dari pondok pesantren, masjid, dan kos-kosan. Namun semua itu tidak membawa arti yang signifikan dalam kehidupanku semasa hidup sebagai mahasiswa melainkan banyak kerugianlah yang ada. Ketika aku mulai jenuh dengan itu semua aku putuskan untuk berpindah tempat lagi yang lebih menantang yaitu UKM. Pada awal-awal semester enamlah, aku putuskan untuk pindah tempat tinggal dari kos ke UKM yang notabennya tempat mangkal para mahasiswa dimana perkuliahan mereka bisa dikatakan amburadul dan kehidupan keseharian yang gak jelas bisa disingkat GJ. Akan tetapi tempat itulah yang membawa arti dalam kehidupanku. Tingkah laku, pikiran, pendirian, dan jati diri mulai nampak dalam diriku. Di situlah aku mulai bisa membawa diri dan bisa membaur dengan berbagai macam karakter orang.

Satu hal yang tidak pernah aku lupakan sampai saat ini, sewaktu aku masih bermukim di UKM Pramuka atau lebih dikenal dengan sebutan Sanggar Bakti Antariksa bagi komunitas Racana kami. Hal itu adalah kata-kata motivasi dari seniorku, Kak Lukman Isnaini, ST, yang biasa dipanggil dengan sebutan Kak Lukman. Sampai sekarangpun aku masih sering membacanya dikala aku dirundung masalah, sedang resah-gelisah, dan gundah-gulana. Dalam keadaan yang masih labil, Sering kali jiwaku terjatuh dan terombang-ambing disaat ada kesalahan atau ketidak beresan di dunia kerja dan yang tidak kalah ketinggalan tentunya urusan ROMANTIKA. Wahai para pembaca budiman seadainya anda berkenan, izinkan aku menulis kata-kata tersebut yaitu kata-kata dari kak Lukman dibawa ini.

Keberhasilan dan kegagalan adalah sebuah pilihan.
Tergantung kita pilih yang mana.
Kadang keadaan sering menguji dan membuat kita menyerah,
pesimis, tidak berguna,petus asa dan jadi pecundang naif (loser).
Mari kita berfikir terbalik.
Kita harus bangga dan senang sering diuji dengan keadaan yang sering membenturkan
dalam kesulitan.
Bukanlah hamba Allah yang sering diuji akan dinaikkan derajatnya?
Dalam ujian, keadaan itu sebenarnya menunjukkan seberapa kualitaskah kita sebagai manusia.
Apabila gagal....
Bangkitlah!
Apabila gagal lagi....
Bangkitlah!Gagal lagi....
Bangkit lagi!
Tidak penting seberapa sering kita gagal.
Yang terpenting seberapa sering kita bangkit setelah gagal.
Apabila pintu tertutup lewatlah cendela.
Cendela tertutup lewatlah lubang fentilasi.
Apabila semua lubang tertutup cari sela lewat mana bisa masuk.
Perbuatan sekecil apapun akan menjadi sejarah dimasa akan datang.
Itulah yang membedakan antara orang yang berhasil dengan orang gagal.
Pilihan di tangan kita.Tetap semangat!!
Harus bisa!!
                                                                                                   
Dia,, seolah-olah tau apa yang aku rasakan pada saat pertama kali diriku menjadi anggota dewan. Begitu berat beban yang ada dalam pikiranku. Aku tidak tahu apa yang mesti aku lakukan. Perasaan resah, gundah, dan gelisah selalu berkecamuk. Aku selalu berfikir bagaimana bisa meneruskan perjalanan gerakan Pramuka kalau diriku saja tidak tau kepramukaan terlebih-lebih tidak tau seluk-beluk keorganisasian.

Seiring dengan berjalannya waktu, setahap demi setahap program yang kami canangkan akhirnya bisa juga dilalui oleh kami, keluarga besar racana KH. Oesman Mansoer dan Ny. Khoiriyah Hasyim. Rasanya senang dan bangga bisa melaksanankannya meskipun menyita banyak waktu, materi, tenaga, dan fikiran Semua pengorbanan itu tidaklah seberapa bila dibandingkan dengan karya nyata. Sahabat pembaca budiman, bila aku boleh usul dimanapun anda berada berlomba-lombalah untuk selalu berkarya atau setidaknya berilah kenangan indah sebelum anda berpisah dengan instansi tempat dimana anda kerja, universitas dimana anda belajar, bahkan dengan orang yang kalian cintai dan sayangi sekalipun karena penyesalan tentunya datang belakangan. Berpretasilah, berkaryalah, berkreasilah, dan ukirlah sejarah sebelum semua kesempatan itu hilang. Man jadda wajadda!

OPP XXI
Program pertama kami setelah MUSDEGA adalah OPP XXI (Orientasi Pramuka Pandega) meskipun program ini tidak begitu berat tapi cukup melelahkan bagi kami yang masih baru dilantik dan awam organisasi. Pada pelaksanaan OPP XXI yang menjadi pilot project adalah kak Supriyanto, dan aku menjadi skretarisnya akan tetapi disini aku tidak begitu berperan sebagai sekretaris melainkan sebagai humas. Status dia sama dengan aku yaitu anggota Dewan Racana baru.

Persiapan OPP berjalan kurang lebih sudah berjalan dua minggu, akan tetapi persiapan masih jauh dari kata cukup. Persiapan-persiapan yang harus dikerjakan adalah mencari pemateri, pengumpulan dana, mencari anggota baru, dan masih banyak lainnya lagi. Dari seluruh persiapan di atas mempersiapkan pematerilah yang paling sulit ditentukan karena berhubungan  dengan masalah pendanaan dan penjadwalan kepada pemateri. Meskipun pramuka menjadi salah satu UKM yang paling aktive di kampus kami namun pendanaan dari pihak kampus tampak kurang ada perhatian terhadap pramuka, sehingga kamipun mencari alternatif lain untuk urusan pemateri. Sesuai dengan keputussan bersama para panitia OPP, akhirnya kami mencoba melobi para senior pramuka yang berdomisili di Malang untuk menjadi pemateri harapanya tidak lain untuk menekan biaya pendanaan OPP.

Sesuai dengan tradisi di racana kami pelaksanaan OPP dilaksanakan selama satu pekan. Empat hari untuk OPP ruang dan tiga hari untuk OPP lapangan. Meteri yang ada pada OPP ruang berhubungan dengan teori kepramukaan sedangkan pada OPP lapangan adalah praktek dari teori OPP ruang. Jumlah peserta yang ikut dalam OPP pada waktu itu adalah 11 peserta. Walaupun even OPP yang kami adakan masih terlihat amatiran, tapi seluruh peserta yang ikut begitu antusias mengikuti instruksi dari seksi acara baik untuk OPP ruang dan lapangan dengan ringan hari.  

Setelah beberapa pekan akhirnya palaksanaan OPP ruangpun tiba sehingga kami mesti kerja lebih keras lagi berhubung masih banyaknya persiapan yang harus kami kerjakan, sehingga kami harus membagi tugas. Sebagian dari kami ada yang harus mengurusi jalannya OPP ruangan dan sebagian lagi harus mempersiapkan OPP lapangan. Untuk jalannya OPP ruang dikoordinasi oleh kak Surida dan untuk persiapan OPP lapangan dikomandani oleh kak Ibnu.

Meskipun dalam cerita ini tidak begitu tampak keruwetan dalam pelaksanaan OPP, sebenarnya banyak permasalahan eksternal yang harus kami hadapi. Sering kali dikubu panitia OPP terlihat adu mulut satu sama lain, tapi tidak mengapa dan masih wajar. Memang begitulah begitulah kalau kita hidup bersama dengan teman-teman yang berbeda watak dan karakter. Dan anggap saja itu sebuah rahmat.

Dalam cerita ini aku tidak banyak mengulas jalanya OPP ruang karena pada saat itu aku lebih disibukkan untuk persiapan OPP lapang.
Baca:Manfaat dan fungsi berkemah
Kamis malam sekitar pukul delapan kami seluruh panitia dan peserta sudah pada kumpul di halaman depan kampus Universitas Islam Malang. Seluruh persiapan yang telah disiapkan jauh-jauh hari tampaknya sudah cukup buat perbekalan untuk berkemah baik dari peserta dan panitia. Namun ada satu kendala yang benar-benar menjadi ganjalan, yaitu cuaca pada malam hari itu sedang turun hujan. Wal hasil kamipun menunda keberangkatan menuju tempat kemah. Kurang lebih satu jaman setengah menunggu redanya hujan tapi tak kunjung reda. Sehingga kami mesti menunggu beberapa saat lagi. Tidak senggang beberapa lama akhirnya saat-saat yang kami tunggupun datang juga yaitu hujan sedikit mereda sehingga dapat kami paksakan untuk berangkat ke tempat perkemahan. Tempat perkemahan yang kami pilih adalah coban talon. Mendengar kata coban talon, sebenarnya mengingatkan dengan nostalgia pada OPP lapangan satu tahun yang telah berlalu.  Ketika itu yang ikut yang diorientasi adalah aku, kak Ibnu, kak Supri, kak Surida, kak Emil, dan beberapa kakak-kakak lain yang tidak disebutkan.

Pelaksanaan OPP lapang kali ini tidak seberat OPP tahun lalu. Ini terlihat dari awal pemberangkatan peserta OPP menuju Bumi Perkemahan (BUPER). Sebetulnya perserta OPP harus berjalan sikitar sepuluh kilo meter berhubung cuaca saat itu hujan jadi terpaksa peserta OPP diangkut oleh angkot. Sesampai di Buperpun mereka tidak terlalu disibukkan dengan keperluan pribadi seperti masak dll. Perserta OPP hanya mengikuti materi lapangan dan outbond dari kakak panitia. Dan satu hal yang paling mengasikkan yaitu semua peserta harus mengikuti kegiatan pengembaraan.

Pengembaraan dilaksanakan pada hari Jumat sekitar pukul 15.30 an dan suasana mendung berkabut menyelimuti area pengembaraan, alhamdulillah untungnya tidak sampai hujan. Pada sesi pengembaraan ini sebenarnya rute pengembaraan yang ditempuh oleh peserta OPP tidaklah jauh. Akan tetapi mereka harus menghadapi sebuah bukit yang yang lumayan tinggi dan bersemak sehingga menyulitkan mereka dalam melewati rute perjalanan.

Kurang lebih pukuk 17.30an mereka sudah sampai pada lokasi penginapan

Sebuah Sejarah Perjalanan di Pramuka Universitas Islam Malang yang di curahkan oleh seorang yang yang tidak ingin disebutkan namanya. Untuk sebuah penghargaan ini Info Jempol menpostingnya hanya sekedar berbagi pengalaman dan semoga dapat memberikan motifasi tersendiri bagi para scouter di negeri ini...

Terimakasih.

Terimakasih telah berkunjung ke infojempol, dan ikuti terus blog ini untuk mendapatkan informasi dan berita lainnya

1 comments: